Tangis Sri Pecah saat Pulang ke Tanah Air, Suami Meninggal di Arab Saudi

Sri Bagiati menangis saat berada di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Tangis Sri Pecah saat Pulang ke Tanah Air, Suami Meninggal di Arab Saudi
Tangis Sri Pecah saat Pulang ke Tanah Air, Suami Meninggal di Arab Saudi (Merdeka.com)

Kepulangan jemaah haji kelompok terbang (kloter) 26 asal Kabupaten Pangkep, Sri Bagiati Ngatmari (64) disambut sedih. Sri Bagiati tampak menangis saat berada di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar.

Sebelumnya, Penitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar memberikan informasi kepada Sri, jika suaminya Nanang Suyitno Sigit meninggal dunia di Rumah Sakit King Fahad, Madinah, Arab Saudi, Minggu (29/5).

Sri Bagiati mengaku tidak menyangka suaminya telah menghadap Sang Khalik. Sri menyebut tiga hari ,sebelumnya suaminya harus menjalani perawatan akibat komplikasi penyakit jantung dan gagal ginjal yang diderita.

"Tiba di sini baru diberitahu Bapak meninggal. Saya tidak menyangka secepat itu Bapak pergi. Tiga hari yang lalu masuk rumah sakit karena sesak. Memang sakit jantung," tutur Sri Bagiati sambil menangis sesenggukan.

Sri mengaku tidak mengetahui sakit ginjal yang diderita oleh suaminya. Dia baru mengetahui suaminya mengidap sakit ginjal saat dirawat dan dilakukan cuci darah di RS King Fahad.

"Saya pikir Bapak akan segera nyusul kembali ke Makassar setelah cuci darah. Tapi ternyata malah tidak sadarkan diri," lanjutnya.

Sri mengaku awalnya anak-anaknya menahan agar suaminya tidak berangkat haji. Apalagi, kondisi kesehatan suaminya yang tidak memungkinkan.

"Tapi bapak begitu bersemangat dan saya merasa berdosa kalau saya larang," ungkapnya.

Saat berangkat haji, Sri mengaku sudah menyiapkan uang lebih untuk menyewa kursi roda. Sri mengapresiasi ketua rombongannya bernama Bahar yang selalu sigap membantu.

"Alhamdulillah, ada Pak Haji Bahar, ketua rombongan yang selalu membantu dan tidak mau dibayar. Bapak malah bisa jalan sendiri waktu tawaf terakhir (tawaf wada) dan itu saya dampingi, Itu yang membuat saya bahagia," tutur ibu 3 anak ini menambahkan.

Walau tidak mendampingi sang suami saat mengembuskan napas terakhirnya, Sri Bagiati mengaku ikhlas menerima takdir Allah ini. Bahkan dia merasa bahagia telah mendampingi suaminya melaksanakan ibadah haji jelang akhir hayatnya.

"Saya telah mengikhlaskan bapak pergi. Semoga dilapangkan jalannya oleh Allah SWT,'" lanjutnya.

Usai prosesi serah terima jemaah haji kloter 26, Sri Bagiati masih dengan mata sembap meninggalkan Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar. Dia kembali ke Pangkep setelah dijemput oleh putrinya.

Dengan tatapan nanar, ia memandangi koper hitam bertuliskan nama suaminya yang dinaikkan petugas ke atas mobil. Koper yang pemiliknya telah tinggal selamanya di Kota Suci Madinah Al-Munawwarah.

Sementara Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pangkep, Muhammad Nur Halik menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Nanang Suyitno Sidik. Dia juga berpesan agar istrinya Sri Bagiati Ngatmari tabah menerima ujian ini, dan mengikhlaskan kepergian sang suami.

"Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati, dan semuanya akan kembali ke penciptaNya. Kami berpesan ibu tabah menerima cobaan ini. Ikhlaskan kepergian almarhum. Insya Allah hajinya diterima oleh Allah SWT dan beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya," tukas Nur Halik.

Rekomendasi