Tangis dan gelak tawa warnai Lebaran di Lapas Cipinang
Merdeka.com - Lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas I Cipinang, Jakarta Timur memberikan kesempatan kepada penghuni bertemu dengan keluarga. Kebijakan ini dalam rangka menyambut hari Raya Idulfitri 2018.
Pantauan di lapangan, Jumat (15/6), pengunjung memadati Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur. Mereka begitu antusias. Terbukti sejak dibuka pukul 09.30 WIB, pengunjung langsung mengular.
Hari ini pengamanan lebih ketat dibandingkan hari-hari besuk pada umumnya. Pengunjung mesti melewati beberapa tahapan sebelum bertemu tahanan.
Pertama, pengujung diminta mendaftarkan diri di tempat yang disediakan. Salah satunya syarat administrasinya menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Di tempat itu pengunjung dimintai keterangan.
"Siapa yang akan dikunjungi. Nanti ketika pengunjung memberikan nama-nama akan dicek oleh petugas di Sistem Data Base Pemasyarakatan," ungkap Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Slamet Prihantara ditemui di lokasi, Jumat (15/6).

Pengujung yang dinilai memenuhi persyaratan akan diberikan nomor dan dipakaikan gelang. Mereka memasuki ruang pemeriksaan barang. Seluruh anggota tubuhnya akan digeledah. Di sini pemeriksaan terbagi menjadi dua. Tergantung dengan nomor yang dipegang.
"Ada nomer ganjil dan genap. Kami pisah menjadi dua agar mempermudah dalam pemeriksaan. Jika ada barang-barang yang mencurigakan langsung di taruh di sana," ungkap dia.
Terakhir, petugas akan memanggil Narapidana yang dimaksud. Sementara pengunjung akan diarahkan ke ruangan besuk.
Petugas menyediakan tiga ruangan. Satu ruangan disekat menjadi lima baris menggunakan tali rapiah. Selain itu, setiap ruangan diberikan karpet merah.
Di situ, perasaaan para pengunjung campur aduk. Ada yang menangis, tertawa, dan bahagia. Suasana penuh kehangatan.

Slamet menjelaskan, Lapas Kelas I Cipinang membuka pelayanan kunjungan tahanan selama dua hari ke depan.
Sebanyak 3.530 warga binaan dipersilakan bertatap muka secara langsung, mengobrol santai, bencengkrama bersama kerabat, dan sanak saudara.
"Kami berikan waktu 30 sampai 40 menit untuk sekali kunjungan," ujar dia.
Dia melanjutkan, pengunjung hanya diperbolehkan membawa barang bawaan yang berhubungan dengan lebaran. Seperti ketupat dan semacamnya.
"Kami minta bawa makanan yang khusus hari Raya. Itu pastinya opor, rendang ketupat," ujar dia.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya