Tampang Pelaku Ketapel Guru di Bengkulu Serahkan Diri ke Polisi, Diiringi Isak Tangis Keluarga

Setelah buron lima hari, AP (45), pelaku ketapel guru di Bengkulu akhirnya menyerahkan diri ke kantor polisi

Budi Yansah
Oleh Budi Yansah - Reporter
Tampang Pelaku Ketapel Guru di Bengkulu Serahkan Diri ke Polisi, Diiringi Isak Tangis Keluarga
Tampang Pelaku Ketapel Guru di Bengkulu Serahkan Diri ke Polisi, Diiringi Isak Tangis Keluarga (Merdeka.com)

Dia menyerahkan diri ke kantor polisi didampingi anak, istri, dan keluarga.

Setelah buron lima hari, AP (45), pelaku ketapel guru di Bengkulu akhirnya menyerahkan diri ke kantor polisi. Setelah Pelaku kembali ke rumahnya di salah satu desa di Kecamatan Binduriang, Rejang Lebong, Bengkulu. Dia sebelumnya melarikan diri usai melukai guru olahraga anaknya, ZH (58), dengan cara diketapel hingga mata kanan korban terancam buta, Selasa (1/8) pagi.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Setelah keluarga besar berembuk dan negosiasi dengan polisi, pelaku akhirnya mendatangi Mapolres Rejang Lebong, Sabtu (5/8) pukul 23.00 WIB. Dia menyerahkan diri ke kantor polisi didampingi anak, istri, dan keluarga.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sejak dari rumah hingga tiba kantor polisi, keluarga terus tak bisa menahan kesedihan atas nasib yang menimpa pelaku.

Namun ketegaran pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya membuat proses penyerahan diri berlangsung aman dan kondusif.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kapolsek PUT Iptu Hengky Noprianto mengungkapkan, pihaknya turut negosiasi dan mendampingi pelaku datang ke Polres Rejang Lebong. Pelaku dan keluarga kooperatif sehingga tidak menimbulkan kegaduhan di kantor polisi.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Benar, pelaku menyerahkan diri ke Polres Rejang Lebong tadi malam," ungkap Hengky, Minggu (6/8).

Hengky belum dapat menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap pelaku. Sebelumnya, laporan penganiayaan yang disampaikan korban ZH masuk ke meja Polsek PUT. "Masih diperiksa," singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, ZH diketapel pelaku hingga mata kanannya luka serius dan harus dirawat di rumah sakit. Peristiwa itu terjadi di lingkungan SMA Negeri 7 Rejang Lebong Bengkulu di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau, Desa Simpang Beliti, Kecamatan Binduriang, Bengkulu, Selasa (1/8) pagi. Pemicunya karena pelaku tak terima anaknya, PDM (16), ditegur dan diduga ditendang korban karena merokok di sekolah.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pelaku datang ke sekolah sambil membawa ketapel dan mengarahkan ke korban. Alhasil, batu ketapel mengenai mata kanan korban dan terancam buta.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor usai kejadian. Sementara korban melapor ke polisi dan selanjutnya dirawat.

Rekomendasi