Tak Terima Anak Diusir Usai Berdebat Capres, Caleg Berkarya Keroyok Kader NasDem

Selasa, 19 Februari 2019 20:37 Reporter : Dwi Prasetya
Tak Terima Anak Diusir Usai Berdebat Capres, Caleg Berkarya Keroyok Kader NasDem Kader Nasdem Dikeroyok Caleg Partai Berkarya. ©2019 Merdeka.com/Dwi Prasetya

Merdeka.com - Seorang kader Partai NasDem, Sunardi Rumsing (50) dikeroyok Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kota Serang dari Partai Berkarya Husin Iskandardan lima koleganya. Penyebabnya karena anak Husin diusir usai berdebat dengan Sunardi soal jagoan masing-masing di Pilpres 2019.

Sunardi menceritakan awal mula pengeroyokan itu terjadi. Kejadian bermula ketika dirinya sedang berdebat dengan anak Husin bernama Deri di warung kopi dekat posko pemenangan Partai NasDem. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (12/2) lalu.

Karena perdebatan semakin panas, warga Komplek BAP Kota Serang itu akhirnya meminta Deri untuk meninggalkan lokasi khawatir terjadi adu fisik.

"Kita ngobrol biasa lama-kelamaan membicarakan kemenangan presiden. Kata Deri, 2019 Prabowo akan duduk, tapi kata saya petahana masih kuat di 2019, debat kusir terjadi. Inisiatif saya usir pulang. Kamunya pulang saja kamu di sini tamu, tolonglah hargai tuan rumah," kata Sunardi kepada wartawan di Kantor Bawaslu Kota Serang, Selasa (19/2).

Tak terima diusir oleh Sunardi, Deri pun pulang kerumahnya. Deri kembali ke tempat tersebut dengan Husin dan lima temannya. Tanpa basa basi, Husin dan teman-temannya langsung memukul Sunardi hingga mengalami luka di bagian kepala.

"Dia pulang ngaku dipukul sama saya padahal tidak, hanya disuruh pulang saja. Tapi mungkin bapaknya itu sudah terkena laporan yang mengada-ada. Saya langsung dipukul oleh bapaknya yang bernama Husin itu," terangnya.

Tidak terima atas perlakuan Husin, Sunardi melaporkan ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) karena melibatkan salah satu peserta Pemilu 2019.

"Sebetulnya kejadian ini sudah berlarut-larut empat hari kebelakang. Karena tidak ada itikad baik dari Pak Husin, makannya kita langsung laporkan," katanya

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Serang Faridi mengatakan, Bawaslu bersama tim Gakkumdu akan melakukan proses kajian terhadap kasus pengeroyokan tersebut. Termasuk mencari pasal yang tepat untuk kasus ini.

"Jika memenuhi unsur, kita akan serahkan ke kepolisian untuk dilakukan penyidikan, namun jika terbukti akan dikenakan tipiring tidak sampai menggugurkan pencalonan," katanya. [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini