Tak Temukan Tanda Gangguan Jiwa, Polisi Proses Pembunuh Ayah Kandung di Tegal

Rabu, 30 Oktober 2019 21:47 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Tak Temukan Tanda Gangguan Jiwa, Polisi Proses Pembunuh Ayah Kandung di Tegal Ilustrasi Pembunuhan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Polres Tegal melakukan penyidikan terhadap pembunuh ayah kandung, Wahudin (28) warga desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal. Sebab dari tindakan pelaku setelah membunuh Rahadi (58) dinilai masih terukur layaknya orang normal.

"Dasar kita melanjutkan penyidikan karena, pelaku sempat hendak menghapus jejaknya dengan mencuci kampak yang dipakainya untuk membunuh korban. Selain itu, ada upaya juga untuk sembunyikan jasad di septic tank meski akhirnya menyerahkan diri," kata Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Gunawan Wibisono saat dikonfirmasi, Rabu (30/10).

Terkait pelaku diduga alami gangguan jiwa, dari hasil pemeriksaan penyidikan sudah dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.

"Kita tetap proses dan kenakan pasal pembunuhan. Barang bukti kampak untuk membunuh, serta karpet untuk membungkus jasad korban sudah kami sita," jelasnya.

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polsek Warurejo untuk melengkapi berkas berita acara penyidikan (BAP).

"Ini masih proses pemeriksaan. Dasar pelaku melakukan pembacokan itu dari keterangan pelaku kepada penyidik ada niat membunuh," ungkapnya.

Sementara itu dari informasi tokoh masyarakat desa Kendayakan, Rasiun mengatakan Wahudin sendiri pernah melakukan penyerangan terhadap ayah kandungnya dan kakaknya tanpa alasan.

"Informasinya pernah dibawa rumah sakit jiwa Mitra Siaga Tegal karena perbuatan terornya menyerang keluarganya sendiri," kata Rasiun. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Pembunuhan
  2. Tegal
  3. Pembunuhan Sadis
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini