Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak tahan bau busuk pabrik PT RUM, ratusan ibu-ibu demo

Tak tahan bau busuk pabrik PT RUM, ratusan ibu-ibu demo ratusan enak-emak demo PT RUM. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Aksi unjuk rasa memprotes bau limbah udara menyengat yang dihasilkan PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo belum usai. Hari ini, Senin (8/10) ratusan warga terdampak, yang didominasi ibu-ibu rumah tangga kembali mendatangi pabrik yang terletak di Desa Plesan, Kecamatan, Nguter tersebut.

Mereka sudah tidak tahan dengan bau seperti kotoran dan kopi yang dikeluarkan pabrik serat rayon tersebut. Bahkan beberapa keluarga harus mengungsi usai pabrik tersebut dibuka kembali pada sejak 21 September 2018 lalu.

"Kami sudah tidak tahan lagi, keluarga kami harus mengungsi. Baunya sangat busuk dan mengganggu, kami sudah tidak kuat lagi dengan kondisi udara di desa kami, ini satu-satunya jalan, kita demo," ujar Siti, salah satu peserta aksi.

Selain berorasi, mereka juga membentangkan spanduk dan poster yang berisi tuntutan agar uji coba pengoperasian PT RUM diakhiri. Sejumlah peserta aksi juga melakukan aksi teatrikal yang menggambarkan penderitaan rakyat yang ditimbulkan dari pengerusakan lingkungan oleh korporasi.

Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Sukoharjo menilai apa yang dilakukan PT RUM dalam mengatasi persoalan limbah sudah cukup bagus. Hal ini didasari dari pernyataan konsultan DLH untuk mengecek ke PT RUM menyatakan angka realisasi Emisi dari kinerja PT RUM sebesar 5,6 kg jauh lebih rendah daripada angka baku Pem sebesar 30 kg per ton serat yang diproduksi.

"Dari mana angka realisasi Emisi dari kinerja RUM sebesar 5,6 kg jauh lebih rendah daripada angka baku Pem sebesar 30 kg per ton serat yang diproduksi. Berdasar angka tertinggi 5,6 kg inilah pihak DLH menyimpulkan kinerja RUM selama ini, bukan saya yang menyimpulkan," terang petugas KLH Pusat, Jurit.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP