Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak perlu antre, pasien di RS PHC Surabaya bisa daftar periksa lewat HP

Tak perlu antre, pasien di RS PHC Surabaya bisa daftar periksa lewat HP Pasien RS PHC Surabaya mencoba menggunakan APM. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Tinggalkan tradisi pasien antre menggunakan kertas, Rumah Sakit Pelindo Husada Citra (PHC) Surabaya beralih ke sistem Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) via handphone (HP) yang baru saja diresmikan, Sabtu (1/9) siang.

Bahkan rencananya, pasien BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan, nantinya juga tak perlu lagi ribet dengan penyelesaian model manual jika berobat di rumah sakit milik PT Pelindo III tersebut.

"Pembayarannya kami mengarah ke sana (sistem online)," kata Dirut RS PHC Surabaya, dr Agus Akhmadi usai peresmian APM di Gedung PMC.

Karena memang begini, lanjutnya, "BPJS itu masih meminta kertas ya, kertas sebagai bukti. Kami mencoba untuk menawar, bisa enggak sih kita enggak pakai kertas, kita pakai elektronik."

Dijelaskan juga oleh Agus, bahwa sistem APM ini lebih mengedepankan efisiensi dan mutu pelayanan bagi pasien di rumah sakitnya yang rata-rata perhari mencapai sekitar 1.200 pendaftar.

"Sebetuknya APM itu sama dengan HP kita, tapi tempatnya di sini (RS PHC). Jadi tempat kita ini, orang kan bisa daftar di mana-mana lewat HP, antrenya bisa di rumah, bisa di jalan, atau di kantor ya, gak perlu antre di sini dia," jelasnya.

Kalau calon pasien RS PHC Surabaya, misalnya, belum mengetahui sistem baru ini, Agus menegaskan kalau pihaknya tetap akan melayani. "Kami sediakan itu. Tujuannya apa? Kami mengarah ke paperless (pengurangan kertas). Kedua kami juga melakukan efisiensi di biaya tenaga," katanya.

Tak perlu banyak pekerja

Dengan menggunakan sistem APM, RS PHC sudah tidak perlu lagi menambah atau memperbanyak karyawan. "Tidak banyak-banyak tenanga, mungkin kita bisa cari tenaga yang lain tapi untuk meningkatkan mutu," tegas Agus.

Model pendaftaran online ini, sebenarnya sudah diterapkan banyak rumah sakit. Yang mana si calon pasien bisa mendaftar lewat SMS (pesan elektronik). Hanya saja, pendaftaran tersebut hanya untuk mengambil nomor urut. Sehingga si pasien tetap harus antre di loket.

Bedanya dengan APM yang diterapkan di RS PHC, kata Agus, si pasien tidak perlu antre lagi karena bisa langsung menuju polly yang dimaksud sesuai jadwal yang diberitahukan via SMS. "Jadi intinya, eh, untuk kita manajemen itu ada penghematan kertas, tempatnya tidak penuh, orang tidak lagi males datang," ucapnya.

Untuk pasien sendiri, masih kata Agus, bisa menghemat waktu karena tak perlu antre. "Nah seperti itu, cukup daftar online, dapat notifikasi, SMS: Saya Agus, penyakit dalam nomor 5, nanti saya datang jam berapa, itu ada notifikasinya. Jadi intinya seperti itu," tandasnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP