Tak Pakai Masker, 10 Manusia Silver di Semarang Diamankan Satpol PP
Merdeka.com - Sebanyak 10 orang manusia silver atau disebut 'patung berjalan' diamankan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Semarang, Sabtu (19/9). Mereka diamankan karena aksi meminta sumbangan di sejumlah wilayah dianggap melanggar protokol kesehatan lantaran tidak memakai masker.
"Kita beri sanksi hukuman mulai dari push up sampai menyanyikan lagu kebangsaan. Selain itu kita cukur gundul semua," kata Kasatpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, Sabtu (19/9).
Saat diamankan para manusia silver tersebut sempat kejar-kejaran dengan petugas. Namun, petugas yang sudah hafal kelakuan mereka, dengan mudah menemukannya.
"Tidak ada kendala saat merazia mereka, petugas sudah memetakan di mana mereka akan lari, petugas juga siaga," ujarnya.
Razia yang dilakukan didasari Perda No 5 tahun 2014 tentang pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) demi ketertiban umum di Kota Semarang. Di khawatirkan manusia silver tersebut rawan terpapar corona dengan status orang tanpa gejala (OTG).
"Kalau kita tidak razia, mereka mungkin sudah jadi pemicu penularan covid-19. Maka kami beri pemahaman tentang bahaya covid-19, Dinsos tidak menerima pembinaan saat kondisi pandemi, maka mereka suruh buat pernyataan untuk tidak mengulangi aksinya," ungkapnya.
Meski telah melakukan penindakan, Fajar mengakui usaha itu belum maksimal. Pasalnya saat ini banyak manusia silver di Kota Semarang ternyata juga ada yang datang dari Kabupaten Kota lain.
"Motif mereka mengamen dengan cara tersebut yaitu terkait ekonomi. Ada pula yang beralasan menyalurkan donasi. Bagaimana pun aksinya itu sudah meresahkan masyarakat seperti mengganggu saat kendaraan akan berjalan. Kita cari terus untuk ditertibkan," ujarnya. (mdk/fik)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya