Tak harus jasad, tanah kuburan Tan Malaka tetap akan dibawa pulang

Sabtu, 21 Januari 2017 03:00 Reporter : Imam Mubarok
Tak harus jasad, tanah kuburan Tan Malaka tetap akan dibawa pulang Kompleks Rumah Tan Malaka. ©2017 Merdeka.com/imam mubarok

Merdeka.com - Tekad masyarakat Kelarasan Bungo Satangkai Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat untuk membawa pulang jenazah Ibrahim Datuk Tan Malaka yang juga Raja Adat Kelarasan Bungo Satangkai Suliki sudah bulat.

Bahkan jika nantinya ada halangan terkait pemulangan jenazah, tanah makam pun tak menjadi halangan untuk dibawa pulang ke tanah kelahiran Datuk Tan Malaka di Nagari Pandam Gadang Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Limapuluh Kota.

"Masyarakat Luak Limo Puluah Kota, ahli waris, ninik mamak Kelarasan Bungo Satangkai Suliki telah melakukan acara majelis beradat pelepasan Delegasi Menjemput Jasad (alm) Ibrahim Datuk Tan Malaka. Dan saat delegasi melakukan berbagai lobi untuk pemulangan jenazah," kata kata Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan kepada merdeka.com baru-baru ini.

Masih menurut Ferizal, delegasi yang telah diamanati akan mempertanggungjawabkan secara adat atas berusaha semaksimal mungkin terkait pemulangan jenazah.

komplek rumah tan malaka

Komplek Rumah Tan Malaka ©2017 Merdeka.com/imam mubarok

"Bahkan nantinya kalau ada hambatan kita tetap melakukan upacara adat di makam Datuk DarTan Malaka di Selapanggung Kecamatan Semen Kediri, dengan hanya membawa tanah kuburan saja tidak masalah. Namun kita tetap berharap proses ini diberi kemudahan dan dimudahkan, sebab beliau ini adalah Raja," tambah Ferizal.

Rencana pemulangan jenazah sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 21 Februari yang bertepatan dengan meninggalnya Datuk Ibrahim Tan Malaka pada 21 Februari 1949.

"Secara administrasi saat ini sedang kita urus baik dengan Kementerian Sosial, Pemkab Kediri akan kita tempuh. Dan diharapkan nanti pada tanggal 21 Februari proses pemindahan jenazah bisa dilakukan," Kata Khairul Apit Wali Nagari Pandam Gadang.

Masih menurut Khairul Apit, Kenapa masyarakat Pandam Gadang beserta beberapa Negari yang berada di keselarasan Bunga Setangkai, berharap sekali jasad Datuk Tan Malaka ini bisa dikembalikan. Karena Datuk Tan Malaka adalah Raja Adat.

komplek rumah tan malaka

Komplek Rumah Tan Malaka ©2017 Merdeka.com/imam mubarok

"Karena beliau adalah Raja Adat di keselarasan Bungai Setangkai. Jadi Bungai Setangkai itu membawa tiga nagari, kalau ninik mamak ada kurang lebih 140 lebih ninik mamak (kepala suku) dan rajannya adalah Tan Malaka.

"Proses negoisasi akan tetap kita lakukan, baik terhadap warga Selopanggung dan juga Pemkab Kediri. Selain itu Tan Malaka ini juga milik Bangsa Indonesia sesuai dengan Keputusan Presiden No. 53 Tahun 1963 yang menyatakan bahwa Tan Malaka adalah Pahlawan Nasional, Terangnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini