Tak ada jemaah haji Indonesia di Saudi tertular virus MERS

Minggu, 13 Agustus 2017 17:57 Reporter : Muhammad Hasits
Jemaah Indonesia. ©2017 Merdeka.com/Muhammad Hasits

Merdeka.com - Seluruh jemaah haji Indonesia yang saat ini tengah berada di Arab Saudi baik di Madinah dan Makkah aman dari penularan virus MERS. MERS atau Middle East Respiratory Syndrome adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus korona. Asal virus korona belum diketahui secara pasti, tapi para pakar menduga bahwa virus ini kemungkinan besar berasal dari unta yang tinggal di Arab Saudi dan sekitarnya.

"Sejauh ini penelusuran dari data kami jemaah haji Indonesia aman. Kami punya tim pencegahan untuk memberikan pemahaman kepada jemaah," kata Kepala Sub Seksi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Madinah dr. Ika Nufrida Shaleh di Madinah, Minggu (13/8).

Tidak ada gejala spesifik orang yang tertular virus MERS. Gejalanya adalah seperti orang flu biasa, demam, batuk dan badan panas dingin biasa.

Sementara dokter spesialis paru-paru, Garinda Almadut mengatakan, virus MERS mudah tertular pada orang yang kondisi tubuhnya lemah atau menurun. Namun, seseorang yang sedang sakit pernapasan, flu atau demam belum tentu dikatakan terjangkit virus MERS.

"Harus dilihat latar belakangnya, apakah orang itu pernah kontak dengan unta. Atau pernah datang ke peternakan unta," jelasnya.

Ia menjelaskan, penularan virus MERS sejauh ini ditemukan inangnya lewat unta. Inang adalah organisme yang menampung virus, parasit, partner mutualisme, atau partner komensalisme.

"Kami mengimbau pada jemaah, jangan berfoto dengan unta," katanya.

Sebelumnya dilansir dari Arab News, Sabtu (12/8), seorang pria Arab Saudi berusia 58 tahun dan pria ekspatriat pria, 50, wafat karena sindrom pernapasan di Timur Tengah. "Satu warga Arab Saudi dan satu lagi ekspatriat. Lokasi keduanya berada di luar kota haji, tepatnya di sebelah utara Saudi,” jelas Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Haji Kementerian Kesehatan Eka Jusuf Singka.

Ada dua kasus lagi yang menimpa dua wanita ekspatriat berusia 38 dan 42 tahun di Provinsi Al Jouf. “Kota tempat korban Mers-CoV adalah Hail dan Khamis Mushayt,” ujarnya. [has]

Topik berita Terkait:
  1. Haji 2017
  2. Haji
  3. Jakarta
  4. Virus MERS
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.