Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memimpin aksi penanaman pohon mangrove bersama ratusan santri Pondok Pesantren Al-Anwar IV di Pantai Desa Temperak, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, pada Sabtu (6/6). Kegiatan ini merupakan inisiatif penting untuk menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan generasi muda.
Aksi penanaman mangrove ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, yang jatuh setiap tanggal 5 Juni. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian pesisir yang rentan terhadap ancaman abrasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mendorong kolaborasi pesantren dalam program pelestarian lingkungan seperti ini. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi bagian dari program "Mageri Segoro" yang berorientasi pada rehabilitasi kawasan pesisir.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Pelestarian Pesisir dan Program "Mageri Segoro"
Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa kawasan pantai di Jawa Tengah menghadapi ancaman serius berupa abrasi yang membutuhkan perhatian bersama. Oleh karena itu, edukasi dan aksi nyata untuk pelestarian lingkungan harus terus digalakkan, termasuk melalui keterlibatan pondok pesantren.
"Pesisir Jateng banyak yang terkena abrasi. Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi kita menyelamatkan bibir-bibir pantai yang ada di Jateng," ujarnya di Rembang. Pernyataan ini menyoroti urgensi tindakan segera untuk melindungi garis pantai.
Gerakan penanaman ini juga menjadi bagian integral dari program "Mageri Segoro" yang diinisiasi oleh Pemprov Jateng. Program ini tidak hanya fokus pada rehabilitasi kawasan pesisir, tetapi juga bertujuan membangun budaya menjaga lingkungan di tengah masyarakat.
Advertisement
Pemprov Jateng sangat mendukung lebih banyak pondok pesantren untuk terlibat dalam gerakan serupa. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang peduli terhadap isu-isu lingkungan, sekaligus menjadi penggerak pelestarian alam di daerah masing-masing.
Advertisement
Antusiasme Santri dalam Aksi Nyata Pelestarian Lingkungan
Semangat para santri terlihat jelas dari antusiasme mereka saat berpanas-panasan dan berjalan di area berlumpur untuk menanam bibit mangrove. Bagi sebagian peserta, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama yang memberikan kesan mendalam dan berharga.
Konita Tunada, salah satu santri yang berpartisipasi, menyatakan kegembiraannya bisa terlibat langsung dalam aksi pelestarian lingkungan bersama teman-temannya menjelang kelulusan. "Seru sekali karena ini pengalaman baru. Bisa bareng-bareng sama teman satu angkatan. Ini juga bagian dari merayakan wisuda terakhir bersama teman-teman," katanya.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 400 bibit mangrove, 50 pohon cemara, dan 200 pohon ketapang berhasil ditanam. Jumlah bibit yang signifikan ini diharapkan dapat menjadi benteng alami.
Advertisement
Penanaman berbagai jenis pohon ini bertujuan melindungi garis pantai dari ancaman abrasi. Selain itu, upaya ini juga penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir demi keberlanjutan lingkungan.
Sumber: AntaraNews