Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tengah merancang sebuah konsep ekowisata berkelanjutan yang inovatif di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam. Konsep ini bertujuan untuk memadukan keindahan alam yang memukau dengan aktivitas olahraga menantang, dikenal sebagai sport tourism. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan sektor pariwisata tetapi juga berkontribusi pada pelestarian hutan secara berkelanjutan.
Kepala Tahura Sultan Adam, Ainun Jariah, menegaskan bahwa sport tourism dengan jenis olahraga menantang dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian hutan. Selain itu, konsep ini juga berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan. Perancangan ini sedang dalam tahap pematangan konsep dan desain infrastruktur yang komprehensif.
Pengembangan ekowisata di Tahura Sultan Adam ini diharapkan menjadi daya tarik unggulan bagi Kalimantan Selatan. Dengan pengelolaan yang profesional, kegiatan olahraga wisata dapat berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat luas bagi semua pihak. Hal ini menunjukkan komitmen Kalsel dalam mengembangkan pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Konsep Sport Tourism untuk Pelestarian Hutan
Ainun Jariah menjelaskan bahwa konsep sport tourism yang diusung tidak hanya berorientasi pada peningkatan sektor pariwisata semata. Lebih dari itu, konsep ini juga sangat memperhatikan aspek konservasi lingkungan yang menjadi inti dari keberadaan Tahura Sultan Adam. Keamanan pengunjung juga menjadi prioritas utama dalam setiap perancangan kegiatan.
Selain aspek konservasi dan keamanan, pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan juga menjadi fokus penting. Dengan melibatkan masyarakat lokal, diharapkan tercipta sinergi yang saling menguntungkan antara pariwisata dan komunitas. Hal ini akan mendorong peningkatan ekonomi lokal secara signifikan.
Sport tourism berbasis keberlanjutan lingkungan di Tahura Sultan Adam diproyeksikan menjadi daya tarik unggulan bagi Kalimantan Selatan. Pengelolaan yang profesional akan memastikan bahwa setiap kegiatan olahraga wisata dapat berjalan dengan aman dan tertib. Ini juga akan memberikan manfaat yang luas bagi ekosistem hutan dan masyarakat setempat.
Advertisement
Advertisement
Strategi Penerapan Ekowisata Berkelanjutan
Dalam mematangkan konsep dan desain infrastruktur ekowisata ini, beberapa poin penting telah diidentifikasi dan akan diterapkan. Salah satunya adalah penerapan sistem kuota terkendali untuk membatasi jumlah pengunjung. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kerusakan akibat kepadatan pengunjung.
Digitalisasi layanan juga menjadi bagian integral dari strategi ini, memudahkan akses dan pengelolaan bagi pengunjung maupun pengelola. Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat akan menjamin keamanan dan kenyamanan. Selain itu, kewajiban penggunaan pemandu lokal bersertifikat akan memberdayakan masyarakat dan memastikan pengalaman yang aman.
Pembangunan infrastruktur pendukung yang ramah lingkungan juga menjadi perhatian utama untuk menunjang berbagai kegiatan sport tourism. Namun, Ainun Jariah menekankan bahwa perancangan konsep ini tidak bisa dilakukan secara sepihak. Kolaborasi antarpemangku kepentingan, termasuk pihak swasta dan masyarakat, sangat dibutuhkan untuk keberhasilan proyek ini.
Advertisement
Dengan kolaborasi yang kuat, Tahura Sultan Adam diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi sport tourism berkelas. Destinasi ini akan memadukan keindahan alam yang memukau dengan pengalaman olahraga menantang yang tak terlupakan. Konsep ini tidak hanya bertujuan untuk pelestarian hutan, tetapi juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat secara berkelanjutan.
Advertisement
Dukungan Kolaborasi Lintas Sektor
Perancangan konsep ekowisata berkelanjutan di Tahura Sultan Adam melibatkan berbagai pihak penting dari lintas sektor. Dinas Kehutanan Kalsel memimpin koordinasi dengan melibatkan Dinas Pariwisata Kalsel dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalsel. Keterlibatan ini memastikan aspek pariwisata dan olahraga terintegrasi dengan baik.
Selain itu, Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar juga turut serta dalam perencanaan. Aspek keamanan dan mitigasi risiko ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel dan Kabupaten Banjar, serta Basarnas Banjarmasin. Keterlibatan mereka sangat krusial untuk menjamin keselamatan pengunjung.
Sektor swasta dan komunitas juga memiliki peran vital dalam kolaborasi ini. Federasi Aerosport Indonesia (FASI) Kalsel, PT Shafwah Global Utama, dan PT Sinergi Mahakarya Resort adalah beberapa di antaranya. Komunitas Meratus Bakula Paralayang, Merapi Wasaka Paralayang, serta Mapala Sylva Fakultas Kehutanan ULM juga aktif berkontribusi. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama untuk mewujudkan Tahura Sultan Adam sebagai destinasi unggulan.
Advertisement
Keterlibatan berbagai pihak ini mencerminkan pendekatan holistik dalam pengembangan ekowisata. Dengan dukungan dan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan, Tahura Sultan Adam diharapkan tidak hanya menjadi ikon pariwisata. Lebih dari itu, ia akan menjadi model pelestarian lingkungan dan pendorong ekonomi lokal yang berkelanjutan di Kalimantan Selatan.
Sumber: AntaraNews