Tahukah Kamu? Jakbar Pasang Kubus Apung 100 Meter di Kali Mookevart untuk Atasi Busa Bau Menyengat

Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat segera pasang kubus apung sepanjang 100 meter di Kali Mookevart guna melokalisasi dan mengatasi busa putih berbau menyengat. Apa dampaknya bagi lingkungan sekitar?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Kamu? Jakbar Pasang Kubus Apung 100 Meter di Kali Mookevart untuk Atasi Busa Bau Menyengat
Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat segera pasang kubus apung sepanjang 100 meter di Kali Mookevart guna melokalisasi dan mengatasi busa putih berbau menyengat. Apa dampaknya bagi lingkungan sekitar? (Merdeka.com)

Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat bersama Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air berencana melakukan pemasangan kubus apung. Pemasangan ini akan dilakukan di saluran keluar (outlet) Rumah Pompa Green Garden, Kedoya Utara, Jakarta Barat. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kemunculan busa putih berbau menyengat yang mengganggu kualitas air di Kali Mookevart.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Ahmad Hariadi, menyatakan bahwa pemasangan kubus apung ini akan membentang sepanjang lebih dari 100 meter. Tujuan utamanya adalah melokalisasi busa agar tidak menyebar lebih jauh di sepanjang aliran sungai. Penanganan ini merupakan tindak lanjut serius dari laporan mengenai busa yang menimbulkan bau tidak sedap.

Inisiatif pemasangan kubus apung di Kali Mookevart ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif. Busa yang muncul menimbulkan bau menyengat dan mengganggu warga sekitar Rumah Pompa Green Garden. Penanganan serupa sebelumnya juga telah berhasil diterapkan di aliran Banjir Kanal Timur (BKT) Marunda, Cilincing, Jakarta Timur.

Pemasangan Kubus Apung dan Upaya Lokalisasi Busa

Langkah konkret akan segera diambil oleh Sudin LH Jakarta Barat untuk mengatasi masalah busa di Kali Mookevart. Pemasangan kubus apung direncanakan pada jarak kurang lebih 100 meter di Rumah Pompa Green Garden. "Kami akan pasang kubus apung dan jaring (opsional) pada jarak kurang lebih 100 meter di Rumah Pompa Green Garden," kata Ahmad Hariadi.

Tujuan utama dari pemasangan kubus apung ini adalah untuk melokalisasi busa putih berbau agar tidak menyebar luas. Dengan demikian, dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar dapat diminimalisir. Strategi ini diharapkan mampu mengendalikan penyebaran busa secara efektif.

Pemasangan kubus apung di Kali Mookevart ini mengadopsi metode yang telah terbukti berhasil. Penanganan serupa sebelumnya berhasil diterapkan untuk mengatasi busa di aliran Banjir Kanal Timur Marunda. Keberhasilan di lokasi lain memberikan optimisme terhadap efektivitas solusi ini di Jakarta Barat.

Kolaborasi Lintas Instansi dan Solusi Jangka Panjang

Selain pemasangan kubus apung, Sudin LH Jakarta Barat juga akan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait. Kolaborasi ini melibatkan Sudin Sumber Daya Air (SDA), Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), serta BPBD setempat. Sinergi antarlembaga ini penting untuk penanganan masalah lingkungan yang komprehensif.

Salah satu upaya lanjutan yang akan dilakukan adalah penyemprotan cairan mikroorganisme. "Kami nanti bekerjasama dengan Sudin Gulkarmat Jakbar untuk melakukan penyemprotan cairan mikrorganisme," ujar Hariadi. Cairan ini berfungsi untuk memecah busa di permukaan air, meskipun proses pemulihan kualitas air membutuhkan waktu lebih lama.

Sebelumnya, Sudin LH Jakarta Barat telah melakukan uji sampel terhadap busa putih yang muncul di Kali Mookevart. Sampel diambil dari dua titik, yaitu sebelum dan setelah Rumah Pompa Green Garden. Sampel air tersebut telah diujikan di laboratorium Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta untuk analisis lebih lanjut. Hasil uji lab akan terbit sekitar 14 hari kerja dan diharapkan dapat memberikan informasi detail mengenai penyebab busa.

Investigasi Awal dan Analisis Kualitas Air

Munculnya busa di permukaan Kali Mookevart, khususnya dekat Rumah Pompa Green Garden, telah menimbulkan perhatian serius. Busa tersebut tidak hanya mengganggu secara visual tetapi juga mengeluarkan bau menyengat di sekitar lokasi. Kondisi ini mendorong Sudin LH Jakarta Barat untuk segera bertindak.

Sebagai langkah awal, tim dari Sudin LH Jakarta Barat telah mengambil sampel air dari area terdampak. Pengambilan sampel dilakukan di dua lokasi strategis untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif. Titik pengambilan sampel mencakup area sebelum dan sesudah Rumah Pompa Green Garden.

Sampel air yang telah terkumpul kemudian dikirimkan ke laboratorium Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta. Proses pengujian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan dan penyebab munculnya busa berbau. "Hasil uji lab selanjutnya akan dilakukan analisis lebih lanjut," tambah Hariadi, menyoroti pentingnya data ilmiah dalam penanganan masalah ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi