Visi Bandung Zoo Berkelas Dunia Dicanangkan YMT Sejak 2017 untuk Konservasi dan Edukasi
Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) memiliki Visi Bandung Zoo Berkelas Dunia sejak 2017, berfokus pada konservasi dan edukasi.
Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) telah menyatakan visi jangka panjang untuk menjadikan Bandung Zoo sebagai kebun binatang berkelas dunia. Visi ambisius ini dicanangkan sejak tahun 2017 oleh pimpinan YMT, John Sumampau, melalui siaran persnya di Bandung.
Tujuannya adalah mengubah Bandung Zoo menjadi city zoo bertaraf internasional yang modern dan profesional. Fokus utamanya adalah konservasi, edukasi, dan penelitian, bukan sekadar tempat rekreasi semata bagi pengunjung.
Berbagai upaya telah dilakukan YMT untuk merealisasikan visi tersebut, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga peningkatan kesejahteraan satwa dan karyawan. Inisiatif ini diharapkan dapat membawa Bandung Zoo ke standar global.
Transformasi Menuju Visi Bandung Zoo Berkelas Dunia
Sejak mengambil alih kepengurusan pada 2017, YMT segera merancang ulang Bandung Zoo secara komprehensif. Mereka bertekad mengubahnya menjadi city zoo bertaraf internasional yang modern dan berorientasi pada kesejahteraan satwa.
Langkah konkret yang diambil meliputi perekrutan dokter hewan profesional untuk memastikan kesehatan satwa. Selain itu, dibangun juga kandang-kandang baru dengan konsep modern dan terbuka, menghindari penggunaan jeruji.
Fasilitas lain yang ditingkatkan adalah klinik satwa yang memadai serta gerbang masuk yang lebih modern dan representatif. Sistem pertiketan daring juga diterapkan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan.
YMT juga menyesuaikan gaji karyawan sesuai Upah Minimum Kota (UMK) dan mendaftarkan mereka ke BPJS. Pemberian seragam dan peningkatan kapasitas keeper turut menjadi fokus utama untuk memastikan pelayanan yang optimal.
Komitmen YMT dan Tantangan Revitalisasi
YMT meyakini potensi besar Bandung Zoo untuk dikelola secara profesional dan modern demi kepentingan publik. Mereka berkomitmen penuh untuk meningkatkan kesejahteraan satwa melalui berbagai program.
Alokasi pendapatan secara transparan direncanakan untuk penyediaan pakan berkualitas dan perawatan medis yang memadai. Perbaikan fasilitas kandang agar lebih menyerupai habitat asli satwa juga menjadi prioritas utama.
Selain itu, YMT juga berkomitmen mengoptimalkan kontribusi pajak daerah dengan menjalankan kewajiban pajak secara transparan dan teratur. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung.
Namun, upaya revitalisasi yang telah berjalan ini terhenti pada tahun 2022. John Sumampauw dan Tony Sumampau dikeluarkan secara sepihak dari kepengurusan yayasan, tanpa melewati mekanisme yang semestinya.
Harapan untuk Kelanjutan Visi Bandung Zoo Berkelas Dunia
Penghentian upaya revitalisasi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kelangsungan proyek dan kesejahteraan satwa. Keputusan ini juga berpotensi menghambat potensi pendapatan daerah.
John Sumampau menyatakan menghormati keputusan yang diambil oleh Wali Kota Bandung terkait hal ini. Namun, ia berharap keputusan tersebut dapat dipertimbangkan kembali demi kepentingan yang lebih luas.
Pertimbangan ulang ini demi kepentingan publik, kelangsungan satwa di Bandung Zoo, dan potensi pendapatan daerah yang besar. YMT siap duduk bersama dengan Pemerintah Kota Bandung untuk mencari solusi terbaik.
Tujuannya adalah agar Bandung Zoo dapat beroperasi normal kembali dan melanjutkan visi jangka panjangnya. Dengan demikian, kebun binatang ini dapat memberikan manfaat optimal bagi Kota Bandung dan masyarakat luas.
Sumber: AntaraNews