Setelah 12 Tahun Menanti, Timor Leste Resmi Jadi Anggota Penuh ASEAN di KTT ke-47

Setelah penantian panjang sejak 2011, Timor Leste kini resmi menjadi anggota penuh ASEAN dalam KTT ke-47.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Setelah 12 Tahun Menanti, Timor Leste Resmi Jadi Anggota Penuh ASEAN di KTT ke-47
Menlu RI Sugiono mendesak penguatan Sinergi ASEAN Atasi Kejahatan Lintas Batas, termasuk siber dan penipuan daring, demi keamanan kawasan yang semakin terhubung. (AntaraNews)

Kuala Lumpur, 26 Oktober — Setelah penantian panjang selama 12 tahun, Timor-Leste secara resmi meresmikan keanggotaannya sebagai anggota penuh ASEAN. Momen bersejarah ini ditandai dengan penandatanganan dokumen keanggotaan penuh oleh seluruh pemimpin ASEAN, yang disaksikan oleh para pemimpin negara mitra wicara, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN yang berlangsung di Kuala Lumpur pada Minggu.

Bergabungnya negara yang merdeka pada tahun 2002 ini diharapkan dapat memperkuat citra Asia Tenggara sebagai kawasan yang utuh, damai, serta menjunjung tinggi nilai inklusivitas dan persahabatan regional. Timor-Leste telah menyatakan kesiapannya untuk mematuhi segala kesepakatan dan prinsip-prinsip yang dianut oleh ASEAN.

Pengukuhan ini menjadi puncak dari perjalanan panjang dan penuh tantangan bagi Timor-Leste, yang telah mengajukan permohonan keanggotaan sejak tahun 2011. Kehadiran Timor-Leste sebagai anggota baru diharapkan membawa perspektif segar dan energi baru bagi komunitas regional.

Perjalanan Timor-Leste untuk menjadi anggota penuh ASEAN bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan waktu yang signifikan. Negara ini pertama kali mengajukan keanggotaan pada tahun 2011, menghadapi proses evaluasi yang ketat dari negara-negara anggota.

Pada tahun 2022, ASEAN membuka jalan bagi Timor-Leste dengan memberikannya status pengamat, yang memungkinkan negara tersebut untuk mengikuti setiap pertemuan tingkat tinggi. Namun, niat Timor-Leste untuk bergabung sempat mendapatkan tentangan dari beberapa negara anggota, termasuk Singapura, yang meragukan kemampuan ekonomi negara tersebut untuk memenuhi kewajiban keanggotaan.

Kekhawatiran utama meliputi tantangan dalam menjaga keamanan, pembangunan ekonomi yang masih bergantung pada sumber daya alam, serta upaya pemberantasan korupsi. Meskipun demikian, Timor-Leste tidak menyerah dan secara bertahap menunjukkan komitmen serta kemampuannya, didukung oleh beberapa negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia.

Pembahasan mengenai keanggotaan Timor-Leste terus dikerucutkan, hingga akhirnya pada 10 September 2025, para pejabat senior ASEAN berkumpul di Port Dickson, Malaysia, dalam Pertemuan Pejabat Senior (SOM) ASEAN 2025. Pertemuan ini secara khusus membahas persiapan akhir untuk menyambut Timor-Leste sebagai anggota penuh organisasi regional tersebut.

Untuk menjadi anggota penuh ASEAN, sebuah negara harus memenuhi serangkaian persyaratan ketat yang ditetapkan dalam Piagam ASEAN. Syarat utama adalah lokasi geografis di Asia Tenggara, mendapatkan pengakuan dari seluruh negara anggota, dan setuju untuk terikat dengan Piagam ASEAN.

Selain itu, calon anggota harus mampu dan bersedia melaksanakan kewajiban keanggotaan, seperti membuka dan mempertahankan kedutaan besar di semua negara anggota, menghadiri semua pertemuan tingkat menteri dan KTT, serta menerima aksesi terhadap semua perjanjian, deklarasi, dan kesepakatan di ASEAN.

Timor-Leste juga diwajibkan untuk memenuhi persyaratan partisipasi dalam tiga pilar utama komunitas ASEAN: Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (APSC), Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC), dan Komunitas Sosial-Budaya ASEAN (ASCC). Komitmen ini menunjukkan kesiapan Timor-Leste untuk berintegrasi penuh dalam struktur regional.

Sebagai bukti komitmennya terhadap perdamaian dan keamanan kawasan, Timor-Leste secara resmi menyerahkan instrumen aksesi Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ) pada 25 Oktober, sehari sebelum pengukuhannya. Langkah ini mengukuhkan posisi ASEAN sebagai kawasan yang menjunjung tinggi perdamaian dunia dan netralitas di tengah gejolak geopolitik global.

Bergabungnya Timor-Leste sebagai anggota penuh ASEAN akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kawasan Asia Tenggara. Kehadirannya akan semakin memperkuat citra ASEAN sebagai entitas yang utuh, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persahabatan regional.

Dengan populasi sekitar 1,3 juta jiwa dan GDP sebesar 1,6 miliar dolar AS per September 2025, menurut data Bank Dunia, Timor-Leste membawa potensi baru. Meskipun memiliki GDP per kapita 1,295 dolar AS, negara ini diharapkan dapat berkontribusi pada pembangunan kawasan.

Kehadiran Timor-Leste diyakini akan membawa energi dan perspektif segar ke dalam tubuh ASEAN, serta menambah populasi baru yang dapat berkontribusi pada dinamika regional. Hal ini sejalan dengan visi ASEAN untuk menjadi komunitas yang tangguh dan siap menyambut masa depan.

Dukungan dan sokongan dari seluruh negara anggota ASEAN akan membantu Timor-Leste dalam proses integrasinya. Keanggotaan ini akan memperkaya identitas kolektif ASEAN, tidak hanya dari segi demografi, tetapi juga secara politik, kultural, dan ekonomi, menegaskan posisi ASEAN sebagai kekuatan kolektif yang bersatu.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi