Tahukah Anda? Rumah Baca Yoboy di Jayapura, Wadah Perempuan Adat Papua Lestarikan Budaya dan Literasi Lintas Generasi

Di pesisir Danau Sentani, Rumah Baca Yoboy menjadi mercusuar bagi Perempuan Adat Papua untuk melestarikan budaya dan literasi. Temukan bagaimana Hanny Felle mengubah rumahnya menjadi pusat belajar lintas generasi!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Rumah Baca Yoboy di Jayapura, Wadah Perempuan Adat Papua Lestarikan Budaya dan Literasi Lintas Generasi
Rumah Baca Yoboy di Danau Sentani, Jayapura, bukan sekadar tempat membaca. Simak bagaimana inisiatif Hanny Felle ini merawat budaya dan literasi Adat Papua. (AntaraNews)

Di tengah pesisir Danau Sentani yang menawan, sebuah gerakan literasi berbasis budaya telah tumbuh subur. Rumah Baca Yoboy di Kampung Yoboy, Kabupaten Jayapura, Papua, menjadi saksi bisu upaya pelestarian budaya lokal yang inspiratif.

Inisiatif mulia ini digagas oleh Hanny Felle, seorang Perempuan Adat Papua, yang prihatin melihat generasi muda. Ia ingin anak-anak kembali terhubung dengan akar budaya dan nilai-nilai luhur nenek moyang mereka yang kaya.

Dengan semangat yang membara, Hanny Felle mengubah rumahnya sendiri menjadi ruang belajar sederhana yang terbuka bagi semua kalangan. Tempat ini kini menjadi wadah penting untuk memadukan pengetahuan lokal dengan semangat membaca dan eksplorasi.

Rumah Baca Yoboy: Lebih dari Sekadar Tempat Buku

Hanny Felle, pengelola Rumah Baca Yoboy, mengungkapkan motivasi mendalam di balik pendirian pusat literasi ini. Ia mengamati bahwa anak-anak kampung lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dan permainan daring, menggeser tradisi lisan.

Kondisi ini berbeda jauh dengan masa lalu, di mana cerita rakyat, dongeng, dan kegiatan membaca menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian mereka. Oleh karena itu, Hanny bertekad untuk mengembalikan semangat literasi dan kecintaan terhadap budaya tersebut.

Bagi Hanny, Rumah Baca Yoboy memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar tempat penyimpanan buku. "Bagi saya, rumah baca bukan sekedar tempat menyimpan buku, ini adalah ruang untuk merawat nilai-nilai adat, kebersamaan, dan cinta belajar dari akar budaya Papua," ujarnya, menegaskan visinya.

Inisiatif ini secara aktif mempromosikan literasi dan menjadi benteng pelestarian budaya lokal yang vital. Ini adalah upaya nyata untuk menjaga identitas dan kearifan Papua di tengah gempuran modernisasi yang tak terhindarkan.

Menghubungkan Generasi dan Mengembangkan Keterampilan

Rumah Baca Yoboy berfungsi sebagai jembatan yang kokoh, menghubungkan generasi tua dan muda di Kampung Yoboy. Para tetua adat sering diundang untuk berbagi cerita tentang sejarah kampung, silsilah keluarga, dan nilai-nilai luhur.

Mereka menuturkan kisah gotong royong, pentingnya menjaga lingkungan, serta filosofi hidup orang Sentani yang kaya akan kearifan lokal. Hal ini memastikan bahwa warisan budaya tak lekang oleh waktu dan terus diwariskan secara turun-temurun.

Selain kegiatan membaca dan mendongeng, Rumah Baca Yoboy juga menyelenggarakan berbagai pelatihan yang relevan. Program ini mencakup pelatihan menulis kreatif, menggambar, hingga kelas keterampilan dasar yang praktis.

Beberapa keterampilan yang diajarkan adalah membuat tas khas Papua, yaitu noken, dan kerajinan tangan dari bahan alam sekitar. Seluruh kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri generasi muda Papua terhadap identitas dan kekayaan budaya mereka sendiri.

Hanny Felle menekankan pentingnya pendidikan yang holistik dan relevan dengan konteks lokal. "Anak-anak sekarang perlu tahu bahwa belajar tidak hanya dari buku sekolah, tetapi juga dari cerita nenek moyang dan pengalaman hidup orang tua mereka," tambahnya, memberikan perspektif baru tentang pembelajaran.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi