Tahukah Anda? Program MBG Lumajang Hapus Kesenjangan Gizi Anak Desa, Siapkan Generasi Emas 2045!

Program MBG di Lumajang sukses menghapus kesenjangan gizi anak-anak desa, memastikan setiap siswa mendapat asupan seimbang dan optimal. Simak bagaimana inisiatif ini membentuk generasi sehat dan cerdas!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Program MBG Lumajang Hapus Kesenjangan Gizi Anak Desa, Siapkan Generasi Emas 2045!
Program MBG di Lumajang sukses menghapus kesenjangan gizi anak-anak desa, memastikan setiap siswa mendapat asupan seimbang dan optimal. Simak bagaimana inisiatif ini membentuk generasi sehat dan cerdas! (Merdeka.com)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjadi solusi konkret dalam mengatasi kesenjangan gizi anak-anak di desa-desa Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Inisiatif pemerintah ini bertujuan memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat dan cerdas. Program ini secara langsung dirasakan manfaatnya oleh siswa-siswi sekolah dasar di wilayah pedesaan.

Kepala SDN Pagowan 01, Cukup Santoso, di Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, menyatakan bahwa program ini sangat membantu. "Program MBG sangat membantu anak-anak di desa, terutama mereka yang tidak selalu mendapat menu sehat di rumah," ujarnya pada Rabu (17/9).

Di tengah tantangan akses pangan bergizi di pedesaan, Program MBG hadir sebagai intervensi nyata. Sejak dimulai pada 26 Agustus 2025, seluruh 72 murid SDN Pagowan 01 menerima paket makan bergizi lima kali dalam sepekan, dengan menu bervariasi yang lengkap.

Program MBG telah memberikan dampak positif yang signifikan terhadap asupan gizi anak-anak di Lumajang. Menu yang disajikan selalu bervariasi, lengkap dengan karbohidrat, protein, sayur, dan buah, sesuai dengan standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) anak usia sekolah.

Cukup Santoso menjelaskan bahwa asupan gizi anak-anak kini lebih terjamin. "Dengan adanya MBG, asupan gizi anak-anak lebih terjamin. Bahkan makanan yang biasanya dihindari, seperti sayur atau buah, kini bisa mereka nikmati bersama teman-teman di sekolah," tuturnya. Kebiasaan baru ini tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga membangun pola makan yang lebih teratur.

Anak-anak yang sebelumnya sulit makan kini terbiasa menghabiskan porsi mereka, terutama saat makan dilakukan bersama-sama di sekolah dengan pendampingan guru. Dampak positif ini juga terlihat pada peningkatan semangat belajar dan konsentrasi siswa di kelas. Suasana kelas menjadi lebih hidup, dan orang tua merasa terbantu karena mendapat dukungan tambahan dalam memastikan kebutuhan gizi anak-anak mereka terpenuhi.

Program MBG berperan sebagai jembatan pemerataan gizi yang krusial antara wilayah pedesaan dan perkotaan. Inisiatif ini memastikan bahwa anak-anak di pedesaan mendapatkan kualitas gizi yang setara, tanpa terbatas oleh kondisi ekonomi keluarga maupun keterbatasan akses pangan. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia.

Menurut Cukup Santoso, program ini adalah wujud nyata keberpihakan pemerintah. "Program itu adalah wujud nyata keberpihakan pemerintah. Anak-anak di desa tidak boleh kalah sehat hanya karena akses pangan bergizi lebih sulit. Melalui MBG, kami pastikan semua anak punya peluang tumbuh dengan gizi yang cukup," katanya.

Program MBG di Lumajang membuktikan bahwa pembangunan manusia harus dimulai sejak dini dan menyentuh akar persoalan, yakni akses gizi seimbang. Dengan intervensi langsung di sekolah, pemerintah tidak hanya menyehatkan generasi sekarang, tetapi juga menyiapkan pondasi kuat bagi generasi emas 2045.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi