Tahukah Anda? Pentas Budaya Jayapura Hidupkan Ekonomi Kreatif Pesisir dengan Sentuhan Digital dan Perlindungan HKI
Pemerintah Kabupaten Jayapura menggelar Pentas Budaya Jayapura di Pantai Amai, menggerakkan ekonomi kreatif pesisir melalui seni, digitalisasi, dan perlindungan HKI. Bagaimana dampaknya?
Pemerintah Kabupaten Jayapura telah mengambil langkah progresif untuk menggerakkan roda ekonomi lokal. Mereka berupaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kreatif masyarakat pesisir di wilayahnya. Inisiatif ini diwujudkan melalui gelaran Pentas Budaya Tradisional Pesisir Tanah Merah.
Acara penting tersebut baru-baru ini diselenggarakan dengan meriah di Pantai Amai, yang terletak di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Kegiatan ini tidak hanya sekadar perayaan seni, tetapi juga menjadi platform strategis bagi pengembangan potensi daerah.
Pentas budaya ini dirancang untuk meneguhkan identitas lokal sekaligus secara langsung menggerakkan ekonomi berbasis budaya. Tujuannya adalah menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.
Menggali Potensi Budaya Pesisir Melalui Pentas Seni
Pentas Budaya Tradisional Pesisir Tanah Merah bukan hanya ajang pertunjukan biasa. Menurut Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura, Fred Modouw, acara ini merupakan ruang hidup yang vital. "Hal yang menyangkut kebudayaan kalau diurus dengan hati, sungguh alangkah indahnya," ujarnya.
Modouw menambahkan bahwa pihaknya memiliki visi besar untuk menjadikan budaya pesisir sebagai kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Gelaran ini dikemas apik dengan menampilkan kekayaan ekspresi masyarakat setempat. Berbagai pertunjukan menarik disajikan, mulai dari tari-tarian tradisional yang memukau hingga alunan musik suling tambur yang khas.
Selain itu, cerita rakyat yang telah diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi turut menjadi bagian penting dari pentas ini. Ini menunjukkan bagaimana tradisi lokal dapat diangkat menjadi daya tarik utama. Melalui seni, identitas budaya masyarakat pesisir diperkuat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Inovasi Digital dan Perlindungan HKI untuk Ekonomi Berkelanjutan
Dalam upaya memperkuat aspek ekonomi kreatif, Pemerintah Kabupaten Jayapura tidak hanya fokus pada pertunjukan seni. Mereka juga memperkenalkan inovasi digital yang relevan. Pemerintah daerah bekerja sama dengan Bank Papua Cabang Sentani untuk memperkenalkan sistem transaksi digital 'KIRIS'.
Sistem ini kini digunakan oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengelola wisata di Pantai Amai. Langkah ini menjadi terobosan penting agar pelaku usaha lokal terbiasa dengan sistem non-tunai. Adopsi teknologi ini diharapkan dapat memperluas akses pemasaran produk mereka secara signifikan.
"Budaya dan ekonomi itu tidak bisa dipisahkan," kata Fred Modouw. Ia menjelaskan bahwa ketika masyarakat dapat menjual hasil karyanya melalui sistem digital, mereka tidak hanya menjaga tradisi. Lebih dari itu, mereka juga menumbuhkan kemandirian ekonomi yang lebih kuat dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Tidak berhenti di situ, Pemkab Jayapura juga melibatkan Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Papua. Kemenkumham membuka layanan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) khusus bagi seniman, budayawan, dan pelaku UMKM lokal. Inisiatif ini memastikan bahwa karya-karya kreatif masyarakat pesisir mendapatkan perlindungan hukum yang layak. Selain itu, ini juga memberikan pengakuan atas nilai intelektual yang terkandung di dalamnya, mendorong inovasi dan kreativitas.
Sumber: AntaraNews