Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) atau Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BPPMI) telah menyelenggarakan program pelatihan usaha. Kegiatan ini ditujukan bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan anggota keluarga mereka yang baru kembali dari luar negeri.
Pelatihan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 16 hingga 19 September, di Balai Desa Rimbo Recap, Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas ekonomi para PMI dan keluarganya di daerah tersebut.
Direktur Kewirausahaan dan Pengembangan Usaha Produktif Kementerian PPMI/BPPMI, Sukarman, menjelaskan bahwa pelatihan ini penting. Tujuannya adalah agar para peserta dapat membangun usaha mikro dan kecil (UMK) yang berkelanjutan setelah kembali ke tanah air, sehingga meningkatkan kemandirian ekonomi.
Advertisement
Advertisement
Materi dan Peserta Pelatihan Kewirausahaan
Dalam program pelatihan usaha PMI di Rejang Lebong ini, peserta menerima pembekalan pengetahuan komprehensif. Materi yang disampaikan mencakup kebijakan serta strategi pemberdayaan ekonomi yang relevan.
Selain itu, terdapat sesi khusus dari Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. Sesi ini membahas upaya konkret dalam mendukung ekonomi pekerja migran dan keluarganya setelah kepulangan mereka.
Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri dari PMI dan anggota keluarga mereka. Mereka berasal dari berbagai desa di Kabupaten Rejang Lebong, termasuk Desa Rimbo Recap dan Desa Teladan di Kecamatan Curup Selatan, serta Desa Babakan Baru dan Kampung Melayu di Kecamatan Bermani Ulu, dan Desa Air Meles di Kecamatan Curup Timur.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Pemerintah Daerah dan Dampak Ekonomi
Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Kementerian PPMI/BPPMI ini. Ia menyambut baik program pelatihan kewirausahaan PMI dan keluarga yang dinilai sangat bermanfaat.
Menurut Hendri Praja, pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan. Namun, juga membuka akses terhadap sumber daya, jaringan, dan permodalan yang krusial bagi pengembangan usaha.
Lebih lanjut, Hendri Praja menekankan bahwa program ini akan menciptakan desa-desa produktif. Desa-desa ini akan berbasis pada keluarga pekerja migran, menjadi bagian integral dari pembangunan ekonomi daerah.
Advertisement
PMI merupakan pilar penting dalam pembangunan bangsa, bukan hanya dari kiriman uang yang membantu keluarga. Kontribusi mereka juga memperkuat daya tahan ekonomi daerah dan nasional secara signifikan.
Oleh karena itu, Hendri Praja memandang perlu adanya program pemberdayaan yang lebih luas. Program tersebut tidak hanya fokus pada penempatan tenaga kerja di luar negeri, tetapi juga pada pengembangan usaha produktif bagi pekerja migran dan keluarga di dalam negeri.
Sumber: AntaraNews
Advertisement