Tahukah Anda? Meluruskan Niat Ibadah Haji Jadi Kunci Haji Mabrur, Ini Kata Kemenag Bogor untuk Calhaj 2026

Penyuluh Kemenag Bogor menekankan pentingnya meluruskan niat ibadah haji bagi calon jamaah 2026. Temukan mengapa keikhlasan menjadi pondasi utama meraih haji mabrur!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Meluruskan Niat Ibadah Haji Jadi Kunci Haji Mabrur, Ini Kata Kemenag Bogor untuk Calhaj 2026
Penyuluh Kemenag Bogor menekankan pentingnya meluruskan niat ibadah haji bagi calon jamaah 2026. Temukan mengapa keikhlasan menjadi pondasi utama meraih haji mabrur! (AntaraNews)

Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor, H Rahmatullah, secara tegas mengingatkan calon jamaah haji (calhaj) 2026. Beliau menekankan pentingnya meluruskan niat ibadah haji, semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Imbauan ini disampaikan dalam sesi bimbingan manasik haji yang diselenggarakan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Annizariyyah di Bogor. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Minggu, dihadiri oleh calhaj dari berbagai wilayah.

Rahmatullah menjelaskan bahwa niat yang ikhlas menjadi fondasi utama dalam menunaikan rukun Islam kelima ini. Tujuannya adalah untuk mencapai haji yang mabrur, bukan karena tujuan duniawi lainnya.

Keutamaan Ibadah Haji dan Pentingnya Manasik

Rahmatullah mengawali bimbingan dengan mengutip Surat Al-Baqarah Ayat 158. Ayat ini menjelaskan keutamaan Sai antara Bukit Safa dan Marwah sebagai bagian dari syiar Allah. Ia menegaskan bahwa ibadah haji merupakan sarana memperkuat ketakwaan dan menumbuhkan keikhlasan beramal.

Calon jamaah haji yang mengikuti manasik berasal dari beragam daerah. Mereka datang dari Kota dan Kabupaten Bogor, Bandung, hingga DKI Jakarta. Ini menunjukkan antusiasme tinggi untuk memahami seluk-beluk ibadah suci ini.

Lebih lanjut, Rahmatullah memaparkan keutamaan ibadah haji yang sangat besar. Shalat di Masjidil Haram setara 100.000 kali shalat di tempat lain, sedangkan di Masjid Nabawi setara 1.000 kali. Tawaf juga disebut sebagai amalan penghapus dosa dan pengangkat derajat.

Ketua KBIHU Annizariyyah, H Hilman Shadaq, turut menekankan pentingnya memahami tata cara dan rukun haji dengan benar. “Di sinilah pentingnya mengikuti manasik haji guna meraih haji yang mabrur,” ujarnya. Manasik menjadi bekal utama bagi calon jamaah.

Menjaga Kesucian Diri dan Menjauhi Larangan Haji

Rahmatullah juga mengingatkan jamaah untuk memperbanyak istighfar dan shalat sunnah. Shalat taubat, hajat, dan tahajud dianjurkan agar menjadi manusia bertakwa. Doa juga diperbanyak agar meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

“Tangisan taubat di hadapan Ka’bah adalah pemadam siksa api neraka,” kata Rahmatullah. Pernyataan ini menggarisbawahi kekuatan spiritual dari ibadah haji. Ini juga menekankan pentingnya introspeksi diri selama di Tanah Suci.

Selain itu, jamaah diminta memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Mereka juga harus menjauhi hal-hal yang dapat merusak pahala haji. Ini termasuk “rafats” (ucapan atau tindakan yang mengarah pada hal seksual), “fusuq” (perbuatan maksiat, mencela atau memaki sesama), dan “jidal” (berdebat atau bertengkar) yang dilarang dalam ibadah haji.

Mengutip Surat Al-Baqarah Ayat 197, Rahmatullah menegaskan bahwa ibadah haji harus dijalani dengan menjaga kesucian diri. Menjauhi maksiat serta memperbanyak ketakwaan adalah kunci. Ia menutup materi dengan pesan agar jamaah siap menjadi “pabrik sabar” demi menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan baik.

Persiapan Menuju Haji Mabrur 2026

Pesan terakhir dari Rahmatullah adalah harapan agar semua jamaah dapat menjalankan ibadah dengan spirit “Haji Sehat, Haji Kuat, Haji Mabrur”. Ini mencakup persiapan fisik, mental, dan spiritual yang matang.

Sementara aspek spiritual dan manasik telah dibahas, Manajer Operasional KBIHU Annizariyyah, Hj Enny Mulyani, melengkapi dengan informasi praktis. Ia menyampaikan materi tentang persiapan teknis dan jadwal keberangkatan haji tahun 2026.

Informasi ini sangat krusial bagi calon jamaah untuk merencanakan perjalanan mereka. Dengan demikian, mereka bisa fokus pada ibadah tanpa terbebani urusan teknis.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi