Tahukah Anda? Kolaborasi IDM & BPK Gelar Pelatihan Cagar Budaya di Prambanan, Perkuat Penjaga Warisan!

InJourney Destination Management (IDM) dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berkolaborasi dalam Pelatihan Cagar Budaya di Prambanan, tingkatkan profesionalisme. Apa dampaknya bagi warisan bangsa?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Kolaborasi IDM & BPK Gelar Pelatihan Cagar Budaya di Prambanan, Perkuat Penjaga Warisan!
InJourney Destination Management (IDM) dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berkolaborasi dalam Pelatihan Cagar Budaya di Prambanan, tingkatkan profesionalisme. Apa dampaknya bagi warisan bangsa? (Merdeka.com)

InJourney Destination Management (IDM) Prambanan bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X baru-baru ini menyelenggarakan program Sanggar Lestari Cagar Budaya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas serta profesionalitas para profesi Pelatihan Cagar Budaya. Pelatihan penting ini berlangsung di kawasan Keraton Ratu Boko, Sleman, Yogyakarta.

Acara yang telah memasuki tahun kedua penyelenggaraannya ini diadakan selama tiga hari, mulai tanggal 24 hingga 26 September. Inisiatif strategis ini merupakan wujud nyata komitmen dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia. Para peserta mendapatkan bekal pengetahuan dan keterampilan yang relevan.

Ratno Timur, General Manager IDM Prambanan dan Ratu Boko, menjelaskan bahwa profesi cagar budaya meliputi juru pugar, juru pelihara, teknisi konservasi, customer service, hingga security. Mereka adalah garda terdepan dalam pelestarian benda cagar budaya serta pelayanan kepada wisatawan. Kolaborasi ini sangat vital untuk keberlangsungan situs sejarah.

Peningkatan Kompetensi Penjaga Warisan Budaya

Pelatihan Sanggar Lestari Cagar Budaya ini diikuti oleh petugas teknis dari berbagai situs penting. Peserta berasal dari kawasan Candi Prambanan, Candi Sewu, Keraton Ratu Boko, Candi Ijo, Candi Gebang, Candi Plaosan, dan Candi Banyunibo. Mereka datang dari wilayah Sleman, Yogyakarta, serta Klaten, Jawa Tengah.

Ratno Timur menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan upaya IDM sebagai pengelola destinasi heritage. Tujuannya adalah mengembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) di garis depan pelestarian dan pelayanan wisatawan. Peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas utama.

"Ini menjadi salah satu kolaborasi yang baik, di mana kehadiran program Sanggar Lestari Cagar Budaya ini menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan insan cagar budaya," ujar Ratno. Ia menambahkan bahwa para peserta adalah garda terdepan baik dalam pelestarian maupun pelayanan di Candi Prambanan.

Materi Komprehensif untuk Profesional Cagar Budaya

Peserta Sanggar Lestari Cagar Budaya mendapatkan beragam materi yang relevan dan mendalam. Materi tersebut mencakup Pelestarian Cagar Budaya yang membahas teknik dan prinsip konservasi. Pengetahuan ini esensial untuk menjaga keaslian situs.

Selain itu, ada materi Dasar Pelayanan Prima dan Kerja Sama yang penting untuk interaksi dengan pengunjung. Materi Keselamatan Kerja Kebencanaan dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan juga diberikan. Hal ini membekali petugas dengan kemampuan tanggap darurat.

Pada hari ketiga pelatihan, peserta diajak untuk beraktivitas mancakrida. Kegiatan ini berfungsi sebagai penyegaran dan bertujuan mengembangkan karakter diri. Selain itu, aktivitas ini juga efektif meningkatkan kerja sama antarpeserta.

Apresiasi dan Dampak Positif Kolaborasi

Dwi Astuti, Pamong Budaya Ahli Madya Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menilai pelatihan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi rekan-rekan pelestari cagar budaya. Inisiatif ini patut dicontoh.

"Pengetahuan keterampilan itu akan selalu berkembang, akan selalu bertambah," kata Dwi Astuti. Ia menekankan bahwa sebagai SDM pelestarian, pihaknya dituntut untuk selalu meningkatkan kemampuan teknis maupun nonteknis. Kemampuan ini sangat diperlukan di lapangan.

Kolaborasi antara IDM dan BPK Wilayah X ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pengelola destinasi dan lembaga pelestarian. Upaya ini tidak hanya menjaga fisik cagar budaya, tetapi juga memberdayakan sumber daya manusia di baliknya. Hal ini penting untuk masa depan warisan bangsa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi