Tahukah Anda, Kemensos Gerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bali?
Kementerian Sosial bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik dan personel Tagana untuk membantu penanganan korban Banjir Bali, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi dan pencarian korban hilang terus dilakukan.
Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik serta menerjunkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) guna membantu penanganan korban banjir di berbagai wilayah Provinsi Bali. Langkah tanggap darurat ini dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak segera mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa tim Tagana bersama Petugas Sosial Keliling Bencana Alam (PSKBA) telah berada di lokasi kejadian. Mereka bertugas melakukan penanganan darurat, termasuk distribusi bantuan dan asesmen kebutuhan.
Upaya ini merupakan respons cepat pemerintah terhadap bencana alam yang melanda, khususnya di Kota Denpasar, Kabupaten Jembrana, dan Gianyar. Fokus utama adalah pemulihan kondisi serta penyediaan kebutuhan dasar bagi para pengungsi.
Distribusi Bantuan Logistik untuk Korban Banjir
Kemensos memastikan ketersediaan logistik bagi korban Banjir Bali melalui dua sumber utama. Bantuan didistribusikan dari Gudang Sentra Paramita Mataram Kementerian Sosial dan Gudang Dinas Sosial Provinsi Bali.
Dari Sentra Paramita Mataram, ribuan paket bantuan telah dikirimkan. Ini mencakup 2.000 paket makanan siap saji, 318 perlengkapan anak-anak, 87 perlengkapan keluarga, 497 kasur, 568 tenda gulung, dan 48 unit tenda portabel keluarga.
Sementara itu, Dinas Sosial Provinsi Bali turut menyalurkan bantuannya ke Kota Denpasar, Kabupaten Jembrana, dan Gianyar. Bantuan ini terdiri dari 500 lembar selimut, 500 kasur, 600 paket perlengkapan keluarga, serta 300 paket sandang dewasa.
Pendistribusian logistik ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban yang kehilangan tempat tinggal atau terdampak parah. Prioritas diberikan pada makanan, sandang, dan tempat berlindung sementara.
Peran Tagana dan Dapur Umum dalam Penanganan Darurat
Tim Tagana dan PSKBA memainkan peran krusial dalam penanganan darurat Banjir Bali. Mereka tidak hanya mendistribusikan bantuan, tetapi juga melakukan asesmen langsung di lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik korban.
Selain itu, Kementerian Sosial juga mendirikan dapur umum sebagai pusat penyediaan makanan bagi warga terdampak. Dapur umum ini berlokasi di Kantor Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, memastikan pasokan makanan siap saji terus tersedia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan, "Teman-teman Tagana dan tim PSKBA sudah turun untuk penanganan." Pernyataan ini menegaskan komitmen Kemensos dalam memberikan respons cepat dan efektif di lokasi bencana.
Keberadaan dapur umum dan personel Tagana di lapangan sangat membantu meringankan beban korban banjir. Mereka memastikan bahwa kebutuhan pangan dan penanganan awal dapat terpenuhi dengan baik.
Data Korban dan Upaya Pencarian di Lokasi Banjir
Bencana Banjir Bali ini juga menimbulkan korban jiwa dan orang hilang. Berdasarkan data sementara yang dihimpun Kementerian Sosial, empat orang meninggal dunia di Kota Denpasar akibat bencana ini.
Para korban meninggal dunia tersebut adalah Ni Wayan Lenyod (56) dari Banjar Tengah, Kelurahan Serangan; Nadira (48) dari Desa Dauh Puri Kangin; Ni Wayan Puspa (83) dari Desa Dauh Puri Kaja; dan Dede Rio (20) dari Monang-Maning.
Selain itu, lima orang lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian intensif oleh tim gabungan. Mereka adalah Ni Wayan Werni (70), Ni Ketut Merta Perempuan (63), Maimun (82), Tasnim Ibrahim (43), dan Farwah Husein (25).
Tim Kemensos juga melakukan asesmen terhadap korban luka dan meninggal untuk keperluan penyaluran santunan ahli waris. Upaya pencarian terus dilakukan dengan harapan korban hilang dapat segera ditemukan.
- Data Korban Meninggal di Kota Denpasar:
- Ni Wayan Lenyod (56), warga Banjar Tengah, Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan.
- Nadira (48), warga Desa Dauh Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Barat.
- Ni Wayan Puspa (83), warga Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara.
- Dede Rio (20), warga Monang-Maning, Denpasar Barat.
- Ni Wayan Werni (70)
- Ni Ketut Merta Perempuan (63)
- Maimun (82)
- Tasnim Ibrahim (43)
- Farwah Husein (25)
Sumber: AntaraNews