Kepala Karantina Sulawesi Utara, Agus Mugiyanto, menegaskan pentingnya program "Karantina Goes to School" dalam menjaga keberlanjutan sumber daya hayati Indonesia. Inisiatif ini bertujuan melindungi hewan, ikan, dan tumbuhan dari ancaman hama serta penyakit melalui peran krusial karantina.
Program edukasi ini diselenggarakan bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-148 Karantina di Manado. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan tugas karantina dapat tertanam sejak dini pada generasi muda. Sosialisasi di sekolah menjadi langkah strategis untuk mencapai tujuan tersebut.
Karantina Sulut secara aktif memperkuat edukasi bagi para pelajar mengenai peran vital institusi ini dalam menjaga ekosistem lingkungan. Upaya ini diyakini akan menjadikan siswa sebagai duta informasi yang turut menjaga kekayaan alam Indonesia. Dengan demikian, keberlanjutan sumber daya hayati dapat terus terjaga.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Edukasi Dini Melalui Karantina Goes to School
Program "Karantina Goes to School" dirancang khusus untuk menanamkan kesadaran pentingnya menjaga sumber daya hayati sejak usia dini. Kepala Karantina Sulawesi Utara, Agus Mugiyanto, menekankan bahwa sosialisasi di sekolah sangat krusial. Hal ini bertujuan agar generasi muda memahami betapa strategisnya peran karantina bagi keberlangsungan alam.
Edukasi yang berkelanjutan menjadi kunci dalam membentuk pemahaman siswa tentang ancaman hama dan penyakit pada hewan, ikan, dan tumbuhan. Karantina Sulut optimistis bahwa melalui pendekatan ini, para siswa akan menjadi agen perubahan. Mereka diharapkan mampu menyebarkan informasi penting terkait perlindungan kekayaan alam Indonesia.
Upaya ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga membangun rasa memiliki terhadap lingkungan. Dengan demikian, kesadaran kolektif untuk menjaga ekosistem dapat tumbuh kuat di kalangan pelajar. "Sosialisasi di sekolah ini diselenggarakan dengan harapan dapat menanamkan kesadaran sejak dini kepada generasi muda, mengenai betapa krusialnya tugas karantina," ujar Agus.
Advertisement
Advertisement
Karantina Sulut: Lebih dari Sekadar Penjaga Gerbang Negara
Selain program "Karantina Goes to School", Karantina Sulawesi Utara juga aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah menjadi bagian dari inisiatif tersebut. Kegiatan ini menunjukkan komitmen Karantina untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Agus Mugiyanto menjelaskan bahwa aksi sosial ini merupakan wujud nyata kedekatan Karantina dengan publik. "Kegiatan ini adalah wujud nyata dari karantina, sebagai lembaga yang dekat dengan masyarakat," kata Agus. Ia menambahkan bahwa Barantin tidak hanya fokus pada perlindungan sumber daya alam hayati, tetapi juga aktif dalam aksi sosial.
Peringatan Hari Karantina ke-148 menjadi momentum untuk menegaskan peran multifungsi institusi ini. Karantina Sulut ingin menunjukkan bahwa tugasnya tidak hanya terbatas di gerbang negara. "Di usia yang ke-148 ini, Karantina Sulut ingin menunjukkan bahwa peran karantina tidak hanya terbatas di gerbang negara. Kami juga hadir untuk melayani dan berkontribusi langsung pada kesehatan," tegas Agus. Edukasi masyarakat juga menjadi prioritas untuk meningkatkan kesadaran akan penyelenggaraan karantina.
Advertisement
Advertisement
Adaptif, Inovatif, dan Kolaboratif untuk Indonesia Maju
Momentum Hari Karantina ke-148 dimanfaatkan untuk menegaskan kembali posisi strategis Barantin dalam pembangunan nasional. Agus Mugiyanto menyatakan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan memiliki tujuan yang jelas. Hal ini termasuk pengecekan kesehatan dan program "Karantina Goes to School" di sekolah-sekolah.
Upaya-upaya tersebut merupakan bagian integral dari peningkatan peran Karantina yang adaptif dan inovatif. Karantina Sulut terus berupaya menyesuaikan diri dengan tantangan zaman. Mereka juga mengembangkan metode baru dalam menjalankan tugas perlindungan sumber daya hayati.
Kolaborasi menjadi pilar penting dalam mencapai visi Indonesia maju dan berdaya saing. "Setiap kegiatan yang kami lakukan, baik itu pengecekan kesehatan maupun edukasi perkarantinaan di sekolah, adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan peran Karantina yang adaptif, inovatif, dan kolaboratif untuk Indonesia maju dan berdaya saing," kata Agus. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat efektivitas program karantina.
Advertisement
Sumber: AntaraNews