Tahukah Anda? Eklampsia, Komplikasi Kehamilan Berbahaya Penyebab Kematian Ibu dan Janin Tertinggi

Eklampsia menjadi momok menakutkan bagi ibu hamil karena merupakan komplikasi paling berbahaya dan penyumbang kematian ibu dan janin tertinggi. Kenali gejalanya dan pentingnya deteksi dini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Eklampsia, Komplikasi Kehamilan Berbahaya Penyebab Kematian Ibu dan Janin Tertinggi
Eklampsia menjadi momok menakutkan bagi ibu hamil karena merupakan komplikasi paling berbahaya dan penyumbang kematian ibu dan janin tertinggi. Kenali gejalanya dan pentingnya deteksi dini. (AntaraNews)

Eklampsia, sebuah komplikasi kehamilan yang serius, telah diidentifikasi sebagai salah satu penyebab utama kematian pada ibu hamil dan janin. Pernyataan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Zul Andriahta, SpOG, dalam sebuah kegiatan kampanye kesehatan di Kota Jambi baru-baru ini.

Menurut dr. Zul, kondisi ini merupakan ancaman serius yang memerlukan perhatian khusus dari seluruh pihak terkait. Deteksi dini dan penanganan yang tepat adalah kunci untuk mengurangi risiko fatal yang ditimbulkan oleh eklampsia.

Melihat urgensi masalah ini, mahasiswa Kedokteran Universitas Jambi, Vira Fadilah, turut mengambil peran aktif. Ia menyelenggarakan kampanye kesehatan gratis untuk masyarakat sebagai bagian dari upaya edukatif menurunkan angka kematian ibu hamil dan janin di Indonesia.

Mengenal Eklampsia dan Pre-eklampsia: Ancaman Serius Kehamilan

Pre-eklampsia adalah kondisi awal yang dapat berkembang menjadi eklampsia, yang biasanya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu. dr. Zul Andriahta menjelaskan, "Jika tekanan darah ibu hamil yang sebelumnya normal meningkat menjadi lebih tinggi dari 140/90 mmHg, dan disertai dengan protein dalam urine, maka sudah dapat didiagnosis sebagai pre-eklampsia."

Meskipun pre-eklampsia tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, kondisinya bisa dikendalikan melalui pemantauan ketat dan intervensi medis yang tepat. Deteksi dini menjadi sangat krusial karena hingga saat ini, belum ada metode skrining awal yang terbukti efektif untuk memprediksi kemunculannya.

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seorang ibu hamil mengalami pre-eklampsia meliputi obesitas, riwayat hipertensi kronis, atau adanya riwayat pre-eklampsia pada kehamilan sebelumnya. Penting bagi calon ibu untuk memodifikasi faktor-faktor risiko ini sebelum merencanakan kehamilan.

Dampak dan Penanganan Eklampsia: Keselamatan Ibu dan Janin Prioritas Utama

Pre-eklampsia dan eklampsia memiliki dampak yang luas dan berbahaya karena menyerang seluruh pembuluh darah tubuh. Kondisi ini dapat merusak organ vital seperti otak, ginjal, hati, bahkan paru-paru, menyebabkan berbagai komplikasi serius.

Gejala berat yang perlu diwaspadai meliputi kejang, penglihatan kabur, sesak napas, hingga stroke. Jika kondisi sudah mencapai fase eklampsia, dr. Zul menegaskan bahwa kehamilan harus segera diakhiri demi keselamatan optimal bagi ibu dan janin.

Untuk mencegah komplikasi eklampsia, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen kalsium 1 gram per hari dan aspilets dosis rendah sesuai anjuran dokter. Selain itu, nutrisi seimbang dan pemeriksaan kehamilan secara teratur adalah langkah pencegahan yang tidak kalah penting.

Edukasi dan Kampanye Kesehatan: Peran Mahasiswa dalam Mengurangi Risiko Eklampsia

Vira Fadilah, seorang mahasiswa Kedokteran Universitas Jambi, mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan kampanye kesehatan sebagai bagian dari aksi edukatif. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya komplikasi kehamilan seperti pre-eklampsia dan eklampsia.

Kegiatan yang diselenggarakan secara gratis dan terbuka untuk umum ini merupakan bagian dari proses seleksi duta kesehatan nasional Asian Medical Students Association (AMSA). Vira, yang terpilih masuk ke dalam top 12 finalis Brand Ambassador, menjadikan isu pre-eklampsia sebagai fokus utama kampanye pribadinya.

Melalui kampanye ini, Vira berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan selama kehamilan. Ia juga mengajak masyarakat untuk hadir dalam pemeriksaan kesehatan gratis yang akan diadakan di area car free day di kawasan kantor gubernur Jambi, sebagai salah satu upaya deteksi dini dan pencegahan eklampsia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi