Tim Dosen Prodi D III Kebidanan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Tanjungpinang baru-baru ini meluncurkan sebuah inisiatif penting. Mereka menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang berfokus pada pencegahan anemia di kalangan remaja.
Kegiatan ini dipusatkan di SMP Negeri 14 Madong, Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi masalah anemia yang masih banyak dialami oleh remaja di wilayah tersebut.
Rahmadona, selaku ketua tim, menjelaskan bahwa anemia pada remaja diperparah oleh gaya hidup tidak sehat, termasuk merokok dan perilaku seksual berisiko. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan perilaku sehat di kalangan siswa.
Advertisement
Advertisement
Mengatasi Tantangan Anemia Remaja di Kampung Bugis
Anemia masih menjadi isu kesehatan yang signifikan di kalangan remaja, khususnya di Kelurahan Kampung Bugis, Tanjungpinang. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup dan potensi generasi muda. Oleh karena itu, kegiatan pencegahan anemia remaja menjadi sangat krusial untuk dilakukan.
Ketua tim PKM, Rahmadona, menyoroti beberapa faktor yang memperparah anemia pada remaja. "Anemia pada kalangan remaja diperparah dengan gaya hidup, seperti merokok yang mengganggu penyerapan nutrisi, dan perilaku seksual berisiko," ujarnya. Perilaku ini meningkatkan kemungkinan kehamilan usia dini, yang berujung pada komplikasi persalinan.
Lebih lanjut, kehamilan yang tidak diinginkan pada usia muda juga meningkatkan risiko stunting pada generasi berikutnya. Situasi ini menunjukkan perlunya intervensi komprehensif. Program pencegahan anemia remaja ini diharapkan dapat memutus rantai masalah kesehatan tersebut.
Advertisement
Advertisement
Inovasi Edukasi dengan Game Monopoli Anemia (GEMA)
Kegiatan PKM ini dirancang dengan pendekatan yang sistematis dan menarik bagi para remaja. Tahap awal dimulai dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan siswa tentang anemia. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) untuk mengidentifikasi remaja yang berisiko atau sudah mengalami anemia.
Setelah itu, tim dosen memberikan penyuluhan mendalam terkait pencegahan anemia. Para remaja juga dibekali dengan tablet tambah darah (TTD) sebagai salah satu upaya konkret. Pemberian TTD ini merupakan langkah penting dalam menanggulangi kekurangan zat besi yang sering menjadi penyebab anemia.
Salah satu terobosan menarik dalam program ini adalah penggunaan Game Edukasi Monopoli Anemia (GEMA). Inovasi ini dirancang untuk membuat proses belajar menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. "Melalui permainan ini, remaja diajak memahami cara mencegah anemia dengan cara yang interaktif dan menyenangkan," kata Rahmadona.
Advertisement
Pendekatan edukasi yang kreatif ini berhasil menarik antusiasme tinggi dari para peserta. Metode ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan dapat disampaikan secara efektif tanpa terasa membosankan. Ini adalah langkah maju dalam pencegahan anemia remaja.
Advertisement
Dukungan Penuh dan Keberlanjutan Program
Antusiasme terhadap kegiatan ini terlihat jelas dari seluruh pihak yang terlibat. Mulai dari siswa, guru, Kepala Sekolah SMPN 14 Madong, hingga Kepala Puskesmas Kampung Bugis, semuanya memberikan sambutan positif. Bidan penanggung jawab kegiatan, kader posyandu, dan pihak kelurahan Kampung Bugis juga turut mendukung penuh inisiatif ini.
Semua pihak berharap program pencegahan anemia remaja ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan serta perubahan perilaku sehat di kalangan remaja. Sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.
Rahmadona juga menyampaikan bahwa kegiatan ini akan berlanjut pada akhir September atau awal Oktober 2025. Fokus selanjutnya adalah edukasi kesehatan reproduksi remaja, khususnya mengenai pencegahan perilaku seksual berisiko dan perilaku merokok. Ini menunjukkan komitmen jangka panjang Poltekkes Tanjungpinang.
Advertisement
"Melalui program berkesinambungan ini diharapkan angka kejadian anemia pada remaja dapat menurun," jelas Rahmadona. Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi dan menjauhi perilaku berisiko. Sebanyak 30 siswa kelas IX SMPN 14 Madong menjadi peserta utama kegiatan ini.
Sumber: AntaraNews