Tahukah Anda? Dinkes Cianjur Pastikan Kesiapan Sarpras dan SDM Dukung Cakupan Kesehatan Semesta (UHC) di Akhir Tahun 2025
Dinas Kesehatan Cianjur memastikan kesiapan sarana prasarana dan SDM rumah sakit untuk mencapai Cakupan Kesehatan Semesta (UHC). Anggaran miliaran rupiah digelontorkan, akankah target terwujud?
Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menargetkan pencapaian Universal Health Coverage (UHC) atau Cakupan Kesehatan Semesta bagi seluruh warganya pada akhir tahun 2025. Target ini bertujuan agar pelayanan kesehatan dapat diakses dengan mudah, cukup dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur telah mengonfirmasi kesiapan sarana prasarana (sarpras) dan sumber daya manusia (SDM) di seluruh rumah sakit di wilayah tersebut. Kesiapan ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan UHC yang menjadi prioritas pemerintah daerah.
Langkah-langkah strategis telah diambil, termasuk akreditasi seluruh rumah sakit dan evaluasi menyeluruh oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Proses verifikasi yang ketat juga dilakukan terhadap tenaga kesehatan, memastikan standar pelayanan yang optimal bagi masyarakat Cianjur.
Kesiapan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Hendra Hendrawan, menyatakan bahwa seluruh rumah sakit di Cianjur telah terakreditasi. Hal ini menunjukkan komitmen dalam memenuhi standar kualitas pelayanan kesehatan yang ditetapkan.
Menurut Hendra, "Kami memastikan berbagai pelayanan dalam UHC yang dapat dilakukan di rumah sakit di Cianjur, sudah tersedia mulai dari ruangan rawat inap, termasuk tenaga medis dan tenaga kesehatan sebagai penunjang, termasuk kerja sama dengan BPJS yang sudah melakukan evaluasi dan verifikasi." Pernyataan ini menegaskan bahwa fasilitas dan personel medis siap mendukung implementasi UHC.
Verifikasi oleh BPJS Kesehatan tidak hanya mencakup sarana fisik, tetapi juga kompetensi dan ketersediaan SDM. Ini penting untuk memastikan bahwa setiap warga Cianjur yang membutuhkan layanan kesehatan dapat dilayani secara profesional dan memadai.
Progres dan Alokasi Anggaran UHC Cianjur
Dinkes Cianjur optimistis UHC dapat segera diterapkan mengingat capaian kepesertaan per 1 Juli 2025 telah mencapai 103,94 persen. Angka ini setara dengan 2.742.833 jiwa dari total penduduk 2.638.825 jiwa berdasarkan data penduduk semester II tahun 2024.
Meskipun demikian, keaktifan peserta masih menjadi fokus. Saat ini, 73,51 persen atau sekitar 1,9 juta jiwa peserta aktif, sementara 0,8 juta jiwa lainnya belum aktif. Untuk mendukung UHC, anggaran murni APBD 2025 yang dialokasikan untuk BPJS Kesehatan sebesar Rp175 miliar telah ditingkatkan.
Dalam anggaran parsial, alokasi tersebut menjadi Rp258 miliar. Bahkan, dokumen pelaksanaan anggaran perubahan APBD Cianjur 2025 menunjukkan penambahan anggaran sebesar Rp9 miliar, sehingga total menjadi Rp268 miliar. Penambahan ini vital untuk mengakomodasi kebutuhan penambahan peserta dan memastikan UHC tercapai sebelum akhir tahun.
Tantangan dan Target Pencapaian UHC
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menjelaskan bahwa sekitar 126 ribu warga tidak mampu di Cianjur sempat dinonaktifkan kepesertaannya oleh kementerian. Namun, pemerintah daerah telah mengambil alih tanggung jawab untuk membayar iuran mereka, memastikan tidak ada warga yang kehilangan akses kesehatan.
Wahyu Ferdian menambahkan, "Syarat UHC adalah 98 persen partisipasi kepesertaan dan 80 persen keaktifan. Saat ini keaktifan warga Cianjur masih di bawah 80 persen, kepesertaan sudah memenuhi, hanya keaktifannya belum." Ini menunjukkan bahwa fokus utama saat ini adalah meningkatkan tingkat keaktifan peserta.
Pemerintah Kabupaten Cianjur menargetkan UHC dapat terwujud sepenuhnya sebelum akhir tahun 2025. Dengan demikian, warga Cianjur yang membutuhkan pelayanan kesehatan, baik di rumah sakit maupun pusat layanan kesehatan lainnya, termasuk di luar Cianjur, cukup membawa KTP sebagai identitas akses.
Sumber: AntaraNews