Tahukah Anda BRICS Mewakili 55% Populasi Dunia? Prabowo Pererat Kerja Sama Indonesia dengan BRICS

Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmen Indonesia untuk mempererat kerja sama dengan negara anggota BRICS. Apa saja potensi kolaborasi yang akan terjalin?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda BRICS Mewakili 55% Populasi Dunia? Prabowo Pererat Kerja Sama Indonesia dengan BRICS
Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmen Indonesia untuk mempererat kerja sama dengan negara anggota BRICS. Apa saja potensi kolaborasi yang akan terjalin? (Merdeka.com)

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini menegaskan komitmen kuat Indonesia untuk mempererat kerja sama dengan negara-negara anggota kelompok ekonomi BRICS. Pernyataan penting ini disampaikan dalam ajang BRICS Leaders Virtual Meeting yang diselenggarakan secara daring pada Senin (8/9) malam.

Dalam tayangan video konferensi yang disaksikan publik, Presiden Prabowo secara lugas menyatakan bahwa Indonesia memandang BRICS sebagai pilar utama stabilitas global. Kelompok ini juga dianggap sebagai sumber harapan di tengah situasi geopolitik dunia yang penuh ketidakpastian saat ini.

Komitmen ini menunjukkan visi Indonesia dalam menghadapi tantangan global dan memperkuat posisi di kancah internasional. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas regional.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti peran krusial BRICS di tengah dinamika global yang kompleks. Beliau menekankan bahwa inilah saatnya bagi BRICS untuk terus berkembang dan memperkuat pengaruhnya di dunia. Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif yang diambil oleh kelompok negara ini.

Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Presiden Brasil, Lula da Silva, dalam memimpin pertemuan tersebut. Beliau menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk bekerja sama lebih erat dengan seluruh negara BRICS. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa multilateralisme menghadapi tantangan di dunia yang penuh ketidakpastian.

Kepala Negara mencatat bahwa kelompok negara BRICS saat ini merepresentasikan lebih dari 55 persen populasi penduduk di dunia. Angka ini menunjukkan potensi demografi yang sangat besar dan daya tawar yang signifikan di panggung global. Kehadiran BRICS menjadi semakin relevan dalam membentuk tatanan dunia yang lebih seimbang.

Dengan posisi yang mewakili lebih dari 40 persen Produk Domestik Bruto (PDB) global, BRICS memegang kendali atas perekonomian terbesar. Kelompok ini juga memiliki negara dengan populasi terbesar, pasar yang luas, serta sumber daya alam yang melimpah dan penting. Kondisi ini menjadikan BRICS sebagai pilar kekuatan ekonomi dan politik yang tak terbantahkan.

Melihat potensi besar yang dimiliki BRICS, Presiden Prabowo menyatakan kelanjutan dukungan Indonesia terhadap kelompok ini. Beliau menekankan pentingnya membangun kerja sama yang lebih erat antarnegara anggota. Saling berkonsultasi menjadi kunci untuk mencapai tujuan bersama dan mengatasi berbagai tantangan global.

Menurut Presiden, BRICS bukan hanya sekadar blok ekonomi, melainkan juga kekuatan yang mampu memberikan stabilitas. "BRICS memiliki ekonomi terbesar, negara dengan populasi terbesar, pasar terbesar, negara dengan sumber daya alam yang besar, dan sumber daya yang penting. Oleh karena itu, BRICS muncul sebagai pilar kekuatan," kata Prabowo, menggarisbawahi pentingnya peran kelompok ini.

Pertemuan BRICS Leaders Virtual Meeting ini dihadiri oleh sejumlah Kepala Negara dan perwakilan tingkat tinggi dari berbagai negara, antara lain:

  • Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva
  • Presiden China Xi Jinping
  • Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi
  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian
  • Presiden Rusia Vladimir Putin
  • Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa
  • Putra Mahkota Uni Emirat Arab Khaled bin Mohamed bin Zayed
  • Menteri Luar Negeri Ethiopia Gedion Timothewos
  • Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar
  • Presiden RI Prabowo Subianto

Presiden Brasil Lula da Silva membuka virtual meeting dengan pandangannya, diikuti oleh Presiden China Xi Jinping dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi. Presiden RI Prabowo Subianto kemudian menyampaikan pandangan dan posisi Indonesia terkait sejumlah isu global pada urutan keempat. Ini menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam diskusi penting di forum internasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi