Pemerintah Kota Banjarmasin, melalui Tim Penggerak PKK dan Dinas Pendidikan, tengah gencar melaksanakan seleksi program Banjarmasin Sekolah Sehat 2025. Proses ini menyasar sekolah dasar (SD) di lima kecamatan, bertujuan mencari perwakilan terbaik yang akan menjadi percontohan. Inisiatif strategis ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan belajar serta kesehatan para siswa di seluruh kota.
Seleksi ketat ini telah dimulai dengan penjaringan sekolah-sekolah unggulan dari masing-masing kecamatan. Hj. Neli Listriani, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin, menegaskan bahwa sekolah yang terpilih akan menjadi binaan dan harus memenuhi standar kriteria sekolah sehat yang telah ditetapkan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa hanya yang terbaik dan paling siap yang akan melaju ke tahap selanjutnya.
M. Insanul Kamil dari Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin menjelaskan bahwa sistem penilaian melibatkan penyusunan portofolio profil sekolah dan kunjungan langsung ke lapangan. Aspek paling krusial yang dinilai adalah implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten di lingkungan sekolah. Sekolah pemenang nantinya diharapkan dapat melanjutkan perjuangan ke tingkat provinsi, membawa nama baik Banjarmasin.
Advertisement
Advertisement
Kriteria Ketat dan Proses Penilaian Banjarmasin Sekolah Sehat
Untuk menjamin kualitas, seleksi Banjarmasin Sekolah Sehat 2025 menerapkan kriteria yang sangat ketat. Setiap sekolah dasar yang berpartisipasi harus menunjukkan komitmen kuat terhadap lingkungan yang bersih, sehat, dan kondusif bagi proses belajar mengajar. Tim penilai akan menelusuri setiap aspek, mulai dari kebersihan fasilitas hingga program kesehatan yang dijalankan secara berkelanjutan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani, menekankan bahwa sekolah-sekolah yang masuk dalam tahap binaan akan diseleksi secara menyeluruh. Proses seleksi ini dirancang untuk memastikan bahwa hanya sekolah yang benar-benar memenuhi semua kriteria yang ditetapkan yang akan dinobatkan sebagai juara. Harapannya, pemenang ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mewujudkan lingkungan sekolah sehat.
M. Insanul Kamil, Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, menambahkan bahwa sekolah yang diseleksi telah melalui penyaringan awal di tingkat kecamatan. Penilaian tidak hanya berbasis dokumen, melainkan juga melibatkan kunjungan langsung ke lapangan untuk melihat implementasi nyata. "Paling penting Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam sekolah itu diterapkan," ujarnya, menyoroti pentingnya kebiasaan hidup sehat.
Advertisement
Penerapan PHBS menjadi indikator utama keberhasilan sebuah sekolah dalam program ini. Ini mencakup berbagai aspek seperti ketersediaan air bersih, sanitasi yang memadai, kebiasaan mencuci tangan, pengelolaan sampah, hingga kantin sehat. Sekolah yang mampu menunjukkan konsistensi dalam penerapan PHBS akan memiliki nilai lebih dalam persaingan Banjarmasin Sekolah Sehat ini.
Advertisement
Inovasi dan Harapan Menuju Sekolah Percontohan
Program Banjarmasin Sekolah Sehat tidak hanya mencari kepatuhan terhadap kriteria, tetapi juga mendorong adanya inovasi. Sekolah diharapkan mampu menciptakan terobosan yang relevan dan berkelanjutan dalam upaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat. Inovasi ini akan menjadi nilai tambah yang signifikan bagi setiap peserta, menunjukkan komitmen terhadap pendidikan berkualitas.
Yunita Lestari, Kepala Sekolah SD Santa Maria, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan berpartisipasi dalam lomba ini. Sebagai perwakilan dari Kecamatan Banjarmasin Selatan, sekolahnya telah mempersiapkan diri dengan berbagai keunggulan inovatif yang sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Persiapan ini telah dilakukan jauh hari, bahkan sejak setahun sebelumnya.
Beberapa inovasi unggulan yang diterapkan SD Santa Maria mencakup:
Advertisement
- Pembuatan ekobrik: Botol plastik bekas diisi padat dengan sampah plastik bersih dan kering, kemudian diubah menjadi blok kokoh yang bisa digunakan sebagai bahan konstruksi.
- Pembuatan kompos: Pengelolaan sampah organik menjadi pupuk yang bermanfaat bagi lingkungan sekolah.
- Edukasi teman sebaya: Siswa saling mengedukasi tentang pentingnya hidup sehat dan menjaga kebersihan.
- Pojok baca: Mendorong minat literasi dan menyediakan ruang yang nyaman serta inspiratif untuk membaca.
Yunita menambahkan bahwa persiapan yang matang, termasuk keterkaitan dengan program sekolah adiwiyata, membuat sekolahnya merasa lebih siap menghadapi penilaian. "Jadi membuat sedikit bernafas lega persiapan dilakukan," jelasnya. Harapan besar tersemat agar sekolah pemenang dapat menjadi percontohan dan menginspirasi sekolah lain untuk terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan Banjarmasin Sekolah Sehat yang ideal.
Sumber: AntaraNews
Advertisement