Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Supadio Pontianak telah mengumumkan sinergi strategis untuk mewujudkan konsep "Bandara Hijau". Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan serta pengurangan emisi karbon di wilayah Kalimantan Barat.
Kolaborasi ini secara resmi diungkapkan pada Minggu, 19 Oktober, di Sungai Raya, menandai langkah konkret dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Bandara Internasional Supadio diharapkan menjadi pintu gerbang yang tidak hanya efisien operasional, tetapi juga ramah lingkungan.
Melalui berbagai program terencana, sinergi ini akan mengubah Bandara Supadio menjadi model bandara hijau pertama di Kalimantan Barat. Upaya ini mencakup efisiensi energi, penghijauan kawasan, dan pengelolaan sampah yang terintegrasi.
Advertisement
Advertisement
Bandara Hijau: Wajah Baru Gerbang Kalimantan Barat
Konsep Bandara Hijau di Bandara Supadio Pontianak diusung sebagai representasi baru bagi Kalimantan Barat. Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan pentingnya inisiatif ini untuk menghadirkan lingkungan yang lebih asri dan efisien energi.
"Bandara Supadio merupakan wajah Kalimantan Barat. Dengan konsep bandara hijau, kita ingin menghadirkan lingkungan yang lebih asri, efisien energi, serta berkelanjutan di sekitar kawasan bandara," kata Sujiwo.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh langkah PT Angkasa Pura II. Dukungan ini meliputi aspek tata ruang, penataan kawasan hijau, hingga pengelolaan sampah terpadu yang berkesinambungan.
Advertisement
Pembangunan yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan menjadi prioritas utama daerah, selaras dengan kebijakan nasional. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk menurunkan tingkat emisi karbon secara signifikan.
Advertisement
Langkah Konkret AP II dan Dukungan Masyarakat
Executive General Manager Bandara Supadio Pontianak, Maya Damayanti, mengungkapkan berbagai program yang telah disiapkan untuk mendukung terciptanya Bandara Hijau. Program-program ini dirancang untuk menciptakan dampak lingkungan yang positif.
Beberapa inisiatif utama meliputi pemanfaatan energi terbarukan, pengelolaan air hujan, penghijauan kawasan bandara, serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai secara bertahap. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen kuat terhadap keberlanjutan.
Selain itu, Pemkab Kubu Raya juga berencana memperkuat sinergi dengan masyarakat sekitar bandara. Program penanaman pohon bersama, pengelolaan sampah berbasis komunitas, dan pelibatan UMKM lokal akan digalakkan untuk mendukung aktivitas kawasan.
Advertisement
"Pembangunan yang ramah lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau perusahaan, tetapi juga masyarakat. Karena itu, kami ingin gerakan ini menjadi budaya bersama," tambah Sujiwo, menekankan pentingnya partisipasi kolektif.
Advertisement
Menuju Net Zero Emission 2060: Bandara Supadio Sebagai Model
Implementasi konsep Green Airport atau Bandara Hijau ini sejalan dengan komitmen PT Angkasa Pura II dalam mendukung target Net Zero Emission 2060. Target ini merupakan bagian dari upaya global untuk mengatasi perubahan iklim.
Bandara Supadio diharapkan dapat menjadi salah satu contoh penerapan konsep ramah lingkungan yang sukses di kawasan Indonesia bagian barat. Hal ini akan menunjukkan bahwa operasional bandara dapat berjalan selaras dengan pelestarian alam.
"Kami terus berinovasi untuk menjadikan Bandara Supadio lebih ramah lingkungan. Sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar langkah ini berdampak luas bagi masyarakat sekitar," ujar Maya Damayanti.
Advertisement
Melalui kolaborasi ini, diharapkan Bandara Internasional Supadio Pontianak tidak hanya efisien secara operasional. Namun, juga mampu berkontribusi signifikan terhadap pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Sumber: AntaraNews