Tahukah Anda, 40 Petugas Pelayanan Publik Kini Fasih Bisindo? Banyuwangi Wujudkan Pelayanan Inklusif untuk Difabel

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melatih 40 petugas Bisindo untuk pelayanan publik. Inisiatif ini wujudkan pelayanan inklusif, memastikan difabel mudah mengakses layanan. Bagaimana dampaknya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda, 40 Petugas Pelayanan Publik Kini Fasih Bisindo? Banyuwangi Wujudkan Pelayanan Inklusif untuk Difabel
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melatih 40 petugas Bisindo untuk pelayanan publik. Inisiatif ini wujudkan pelayanan inklusif, memastikan difabel mudah mengakses layanan. Bagaimana dampaknya? (Merdeka.com)

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengambil langkah progresif dalam meningkatkan kualitas pelayanan publiknya. Sebanyak 40 petugas dari berbagai instansi garis depan kini dibekali kemampuan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo).

Inisiatif ini bertujuan untuk mewujudkan pelayanan yang lebih inklusif dan humanis bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya teman-teman difabel. Pelatihan Bisindo Banyuwangi ini diharapkan dapat menghilangkan kendala komunikasi yang kerap dihadapi penyandang disabilitas saat mengakses layanan pemerintah.

Pelatihan intensif ini berlangsung selama lima hari, dari tanggal 22 hingga 26 September 2025, melibatkan Komunitas Teman Tuli Banyuwangi dan pengajar profesional dari SMA-LB Provinsi Jawa Timur. Langkah ini menegaskan komitmen Pemkab Banyuwangi dalam memenuhi hak-hak warga difabel.

Komitmen Banyuwangi untuk Pelayanan Inklusif

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh terhadap pelayanan publik yang terbaik. Menurutnya, pelayanan tidak hanya harus cepat dan efisien, tetapi juga harus inklusif dan berorientasi pada pendekatan humanis.

"Banyuwangi berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pelayanan publik terbaik bagi warga, dan tidak hanya memberikan layanan yang lebih cepat dan efisien, tetapi juga inklusif dan berorientasi pada pendekatan humanis," kata Bupati Ipuk Fiestiandani.

Pelatihan Bisindo Banyuwangi ini menjadi bukti nyata dari komitmen tersebut. Dengan adanya petugas yang memahami bahasa isyarat, diharapkan tidak ada lagi warga difabel yang merasa terpinggirkan atau kesulitan dalam mengurus keperluannya.

Merespons Aspirasi Komunitas Difabel

Inisiatif pelatihan Bisindo ini muncul sebagai tindak lanjut dari hasil Rembuk Disabilitas yang sebelumnya telah diselenggarakan. Dalam rembuk tersebut, puluhan penyandang disabilitas menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan mereka.

Salah satu aspirasi utama yang mengemuka adalah kebutuhan akan petugas di kantor-kantor pemerintahan yang memiliki kemampuan dasar bahasa isyarat. Hal ini penting agar komunikasi dapat terjalin dengan baik dan lancar antara penyandang disabilitas dengan petugas pelayanan.

"Kami ingin semua warga bisa mengakses layanan publik dengan mudah dan ramah, termasuk teman-teman disabilitas, oleh karena itu kami latih para petugas pelayanan publik untuk bisa memahami bahasa isyarat agar tidak terjadi kendala komunikasi," jelas Ipuk.

Langkah ini merupakan upaya konkret Pemkab Banyuwangi dalam memenuhi hak-hak rekan disabilitas. Tujuannya adalah agar semua kantor pelayanan publik dapat diakses dengan baik dan mudah bagi teman-teman difabel.

Meningkatkan Aksesibilitas Layanan Publik

Pelatihan Bisindo Banyuwangi ini menyasar petugas garis terdepan di berbagai instansi vital. Instansi-instansi tersebut meliputi puskesmas, RSUD, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP), Dinas Kesehatan, Dispendukcapil, hingga pegawai kantor kecamatan.

Penyebaran petugas yang terlatih di berbagai sektor ini memastikan bahwa aksesibilitas layanan dapat dirasakan secara merata. Mulai dari layanan kesehatan, perizinan, administrasi kependudukan, hingga layanan di tingkat kecamatan.

Dengan adanya petugas yang fasih Bisindo, diharapkan penyandang disabilitas tidak lagi merasa canggung atau kesulitan saat berinteraksi. Mereka dapat menyampaikan kebutuhan dan pertanyaan mereka secara langsung, tanpa perantara yang mungkin tidak selalu tersedia.

Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga membangun lingkungan yang lebih inklusif dan saling memahami di Banyuwangi. Ini adalah langkah maju menuju masyarakat yang lebih adil dan setara bagi semua warganya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi