Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo baru-baru ini menggelar evaluasi penting terkait pelaksanaan fasilitasi pendidikan anti narkoba pada keluarga. Kegiatan ini berlangsung di Kecamatan Dumbo Raya dan Leato Utara, Kota Gorontalo, pada hari Jumat, 4 Oktober.
Evaluasi ini merupakan tindak lanjut dari workshop yang telah diselenggarakan sebelumnya, dengan tujuan utama untuk mengukur efektivitas program. Kepala BNNP Gorontalo, Sri Bardiyati, menjelaskan bahwa pihaknya ingin memahami sejauh mana program yang dirancang dapat berjalan optimal.
Melalui evaluasi ini, BNNP Gorontalo berupaya mengidentifikasi pencapaian, kendala yang dihadapi, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk penguatan program ke depan. Inisiatif ini menegaskan komitmen BNNP dalam membentengi masyarakat, khususnya keluarga, dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Advertisement
Advertisement
Peran keluarga dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba menjadi sorotan utama dalam program BNNP Gorontalo. Sri Bardiyati menekankan bahwa keluarga adalah benteng pertama dan terpenting yang melindungi anak-anak dari bahaya narkotika.
Tanpa ketahanan keluarga yang kuat, upaya pencegahan narkoba akan menghadapi tantangan besar dan sulit mencapai keberhasilan yang maksimal. Oleh karena itu, BNNP Gorontalo terus mendorong penguatan fondasi keluarga melalui pendidikan dan fasilitasi anti narkoba.
Program pendidikan anti narkoba keluarga ini dirancang untuk membekali anggota keluarga dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. Tujuannya adalah agar mereka mampu mengenali dan mencegah potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan terdekat.
Advertisement
Advertisement
Keberhasilan program pendidikan anti narkoba keluarga sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak. BNNP Gorontalo menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, aparat keamanan, dan tenaga kesehatan.
Selain itu, peran aktif dari organisasi seperti PKK, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat juga menjadi kunci utama. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan gerakan bersama yang kuat dalam melawan narkoba, khususnya di wilayah Dumbo Raya dan Kelurahan Leato Utara.
Rapat evaluasi ini dihadiri oleh perwakilan dari Kesbangpol Kota Gorontalo, Camat Dumbo Raya, Lurah Leato Utara, Ketua PKK Dumbo Raya dan Leato Utara, Kepala Puskesmas Dumbo Raya, Kasi Trantib, tokoh masyarakat, tokoh agama, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta remaja muda Leato Utara. Sri Bardiyati berharap, “Saya berharap dari rapat evaluasi ini akan lahir rekomendasi yang konstruktif dan realistis, yang dapat memperkuat gerakan bersama melawan narkoba.”
Advertisement
Kepala BNNP Gorontalo juga mengajak seluruh pihak untuk terus berjuang. “Mari kita terus bergandengan tangan dalam perang melawan narkoba. Jangan pernah lelah, jangan pernah menyerah, karena ini adalah perjuangan untuk generasi kita, untuk masa depan bangsa kita,” pungkas Sri, menegaskan pentingnya komitmen berkelanjutan dalam upaya pencegahan narkoba.
Sumber: AntaraNews