Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh kembali menegaskan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Hotel Claro Makassar, Jumat (8/8). Hanya saja, Surya Paloh menyebut masih butuh 16 tahapan lagi untuk bergabung dalam Kabinet Merah Putih.
Surya Paloh mengatakan sepuluh bulan berlalu, Partai NasDem tetap menyatakan mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Sebelumnya, kata Surya Paloh, dukungan terhadap pemerintah sudah disampaikan usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengesahkan Prabowo-Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih.
"Jadi setelah 10 bulan berjalan ini, kami ingin menegaskan kembali, tidak ada bergeser sedikitpun. Kami bahkan mengingatkan agar capaian kemajuan, keberhasilan tidak berhenti di tempat dan bergerak ke arah apa yang kita inginkan bersama," ujarnya kepada wartawan.
Surya Paloh mengapresiasi sejumlah program Presiden Prabowo seperti kemandirian energi dan pangan. Surya Paloh menyebut NasDem menganggap program tersebut super strategis.
"Katakanlah kemandirian energi, Ini luar biasa. Kalau ini bisa tercapai, memang ini yang dibutuhkan negeri ini. Kita sekarang menjadi net importir terbesar dalam hal BBM (bahan bakar minyak) di seluruh negeri-negeri yang ada dipermukaan bumi ini," sebutnya.
Selanjutnya program kemandirian pangan, Surya Paloh menyebut Indonesia merupakan negara agraris. Bagi Surya Paloh kondisi Indonesia sangat mendukung terciptanya kemandirian pangan.
"Kita ini negeri agraris. Bukan hal yang tidak mungkin kita untuk mencapai kemandirian pangan itu. Kontur, dan struktur tanah kita, iklim kita amat memungkinkan untuk kemandirian (pangan) itu," tegasnya.
Meski menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo, Surya Paloh menegaskan belum saatnya untuk bergabung dalam kabinet marah putih (KMP). Surya Paloh menyebut masih ada 16 tahapan lagi untuk bergabung dalam kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Jadi bukan berarti nanti kalau ada kabinet baru, Nasdem ikut. Hah, itu nomor 17. Bukan 17 Agustus ya, namun nomor 17. Sekarang baru nomor 1, itu perlu 16 lagi tahapan," ucapnya.