Suplay Hashish ke Wisatawan, WN Rusia Diringkus Polisi

Selasa, 8 Oktober 2019 22:03 Reporter : Moh. Kadafi
Suplay Hashish ke Wisatawan, WN Rusia Diringkus Polisi WN Rusia Diringkus Polisi. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepolisian Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Polda Bali meringkus Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia yang mengedarkan narkotika jenis Hasish.

Tersangka tersebut bernama Andrew Ayer (31) dan ditangkap pada Selasa (1/10) lalu, sekitar Pukul 22.00 Wita, di Shisa Cafe, Jalan Sunset Road, Nomor 99, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

"Sat Narkoba Polresta Denpasar dan CTOC Polda Bali, berhasil mengungkap kasus tidak pidana narkotika tersangka warga negara asing yaitu Rusia," kata Kapolresta Denpasar, Kombes Ruddi Setiawan, di Mapolresta Denpasar, Selasa (8/10) sore.

Terungkapnya bule Rusia ini mengedarkan hasish, berawal dari informasi masyarakat tentang adanya peredaran narkotika di TKP yang dilakukan tersangka. Kemudian, pihak kepolisian mulai melakukan penyelidikan di TKP.

Selanjutnya, Selasa (1/10) sekitar pukul 21.00 Wita. Pihak kepolisian melihat tersangka di TKP dan langsung melakukan pemeriksaan dan penggeledahan. Saat dilakukan penggeledahan polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 6 paket hasish dalam tas ransel gendong milik tersangka dan berisi sebanyak 521,11 gram hasish.

"Tersangka mengaku bahwa barang tersebut adalah miliknya yang dibeli melalui website GIDRA.RU. Namun keberadaan orang yang menjual tidak diketahui," imbuh Ruddi.

Dari keterangan tersangka, untuk memperoleh barang tersebut dengan cara uang ditransfer kemudian tersangka menunggu tempelan di Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Selanjutnya setelah mengambil tempelan, tersangka menunggu pelanggannya di daerah Dewi Sri, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung.

"Tersangka menjual hasish kepada pelanggannya 1 gram seharga Rp2.500.000. Tersangka menjual hasish tersebut hanya kepada kalangan orang asing saja bukan hanya warga Rusia atau orang yang dikenalnya," ungkap Ruddi.

"Tersangka ini mendapatkan barang tersebut dengan memesan lewat website. Dia memesan sebanyak 6 kali dan pesanan tersebut diambil di daerah Canggu," sambung Ruddi.

Ruddi juga menjelaskan, tersangka sudah datang sebanyak 3 kali ke Bali dengan menggunakan visa liburan. Selain itu, pihaknya juga menduga masih ada jaringan tersangka di Bali.

"Dia sudah mengambil sebanyak 6 kali di wilayah Canggu. Dia juga pemakai dan pengguna," ujarnya.

Ruddi juga menjelaskan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan kepada supplier atau website GIDRA.RU. Namun, dilihat dari paket hasish tersebut dikirim dari luar negeri.

"Kita masih melakukan penyelidikan dan pengembangan barang tersebut dan website saat ini sudah tertutup. Kalau kita lihat barang ini dari luar negeri," ujar Ruddi.

"Dari keterangannya baru 6 kali tapi kita belum percaya karena kita masih melakukan penyelidikan. Dia masuk ke Bali dari tahun 2019 tapi kita masih melakukan penyelidikan," ujar Ruddi.

Atas tindakan kriminalnya, bule tersebut dijerat dengan Pasal 111 (1) Undang-undang RI, Nomor 35 Tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun, maksimal 12 tahun dan denda Rp800 juta sampai Rp8 milyar.(*) [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini