Sumur Bor Mengandung Gas di Penajam Kaltim Keluarkan Suara Gemuruh

Kamis, 27 Desember 2018 03:00 Reporter : Saud Rosadi
Sumur Bor Mengandung Gas di Penajam Kaltim Keluarkan Suara Gemuruh Sumur bor semburkan gas. Istimewa

Merdeka.com - Hampir sebulan ini sumur bor galian air di halaman rumah warga di RT 021 Tunan Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mengeluarkan gas. Bahkan hari ini, terdengar gemuruh di bawah permukaan tanah.

Tim gabungan BPBD PPU, Pertamina Refinery Unit V, dan Pertamina Hulu Kalimantan Timur, di hari ke-24 mengecek tekanan gas, yang berubah menjadi gas mudah terbakar.

"Iya ada suara gemuruh, karena ada tekanan gas. Hari ini, tekanan gas meningkat lagi," Kasubid Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten PPU Nurlaila dikonfirmasi merdeka.com, Rabu (26/12).

Nurlaila menerangkan, tekanan gas tinggi yang diketahui tim di lapangan, menyusul hasil uji tes menggunakan sejumlah peralatan. "Dilakukan pengujian, atau gas tes, dan terdengar gemuruh bawah permukaan tamah," ujar Nurlaila.

"Itu karena kandungan gas-nya over limit, dan kemudahan terbakar sangat tinggi. Hari ini, pengujian dan pengukuran lebih spesifik di kedalaman 0-25 meter dan 25-50 meter," tambahnya.

Sebelumnya, BPBD PPU telah menyurati sejumlah instansi, sebagai bentuk upaya koordinasi terkait gas berisiko tinggi itu. Tujuannya, agar tekanan gas tidak jadi semakin parah.

"Tim provinsi dari Dinas ESDM, ada datang ke lokasi, tapi di hari pertama saja. Waktu itu, diperkirakan 1-2 minggu, diperkirakan gas akan hilang. Tapi, ini hari ke-24 kita uji di pekan keempat, hasil uji menunjukkan kandungan dan tekanan gas cenderung meningkat," jelas Nurlaila.

"Kami sudah bersurat kembali ke empat instansi, termasuk di antaranya Dinas ESDM, untuk menindaklanjuti penanganan dan risiko bagi masyarakat. Tapi sejauh ini belum ada respons," demikian Nurlaila.

Diketahui, warga Tunan Petung, Ridwansyah, dan warga sekitar, dibikin kaget kemunculan aroma tak sedap, saat menggali sumur bor untuk air bersih, di kedalaman 38-62 meter, pada Sabtu (1/12) lalu, di halaman rumahnya. Lantaran khawatir, pengeboran dihentikan, dan dilaporkan ke BPBD PPU, dua hari kemudian. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini