Sudah dua jemaah haji asal Aceh wafat di Arab Saudi

Sudah dua jemaah haji asal Aceh wafat di Arab Saudi. Jemaah haji asal Aceh dilaporkan sudah dua orang meninggal dunia di Mekkah, Arab Saudi. Secara keseluruhan, jemaah asal Aceh dalam kondisi sehat dan sekarang sedang menjalankan ibadah haji.

Afif
Oleh Afif - Reporter
Sudah dua jemaah haji asal Aceh wafat di Arab Saudi
jemaah haji indonesia tiba di mekkah. ©2017 dok foto Kemenag

Jemaah haji asal Aceh dilaporkan sudah dua orang meninggal dunia di Mekkah, Arab Saudi. Secara keseluruhan, jemaah asal Aceh dalam kondisi sehat dan sekarang sedang menjalankan ibadah haji.Sebelumnya, jemaah haji kloter 10 asal Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, wafat di dalam pesawat saat penerbangan menuju Jeddah, Arab Saudi, Jumat (25/8). Jemaah asal Pidie yang wafat itu adalah Muslimah binti H Ismail Yusuf (58). Muslimah wafat satu jam sebelum landing di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.Sedangkan jemaah kedua yang meninggal di tanah suci adalah Nurhayati M Idiris (41), Sabtu (26/8) sekira pukul 04.35 waktu Arab Saudi. Nurhayati adalah JCH asal Kota Banda Aceh meninggal karena menderita choric renal failure, DM tipe 2 dan hipertensi."Meninggal di rumah sakit King Faisal Mekkah," kata Humas PPPIH Embarkasi Aceh, Rusli, Minggu (27/8).Katanya, secara umum jemaah asal Aceh dalam kondisi siap menjalankan ibadah haji. Meskipun ada beberapa jemaah yang dirawat di rumah sakit, namun dipastikan mereka bisa menjalankan seluruh rukun haji."Kita doakan bersama semoga yang masih dirawat itu cepat sembuh dan dapat melanjutkan aktifitas ibadahnya kembali," harap Rusli.Menurutnya, jemaah haji asal Aceh akan bergerak ke Arafah pada tanggal 30 Agustus 2017. Keesokan harinya tanggal 31 Agustus 2017 merupakan hari Arafah, semua jemaah haji seluruh dunia berkumpul di Arafah untuk melakukan wukuf yang merupakan rukun haji.Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, M. Daud Pakeh mengajak petugas haji yang mendampingi jemaah atau petugas kloter untuk bekerja ekstra dan tetap kompak saling membantu sesama petugas."Berikan pelayanan terbaik untuk jemaah kita, apalagi mendekati puncak haji ini, membutuhkan kerja ekstra, maka persiapkanlah sebaik mungkin, petugas kesehatan juga demikian, siapkan obat obatan secukupnya," pinta M Daud Pakeh.Khusus kepada ketua kloter, Daud Pakeh berpesan untuk berkoordinasi dengan pihak maktab dan sektor sejak awal keberangkatan dari hotel menuju Arafah."Sampaikan informasi dari maktab kepada jamaah agar tidak terjadi rebutan saat menaiki bus, apalagi sistem yang digunakan oleh pihak maktab adalah berdasarkan hotel," tutupnya.

Rekomendasi