Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sudah 4 tahun mangkrak, gedung DPRD Tangsel disegel mahasiswa

Sudah 4 tahun mangkrak, gedung DPRD Tangsel disegel mahasiswa Mahasiswa demo pembangunan gedung DPRD Tangsel. ©2018 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Empat tahun berlalu sejak tahun 2014, proyek pembangunan gedung DPRD Kota Tangerang Selatan di jalan raya Pahlawan Seribu, Kelurahan Setu, Kecamatan Setu Tangerang Selatan tak kunjung selesai.

Hal ini mendapat kritik keras mahasiswa dan pegiat anti korupsi di kota Tangerang Selatan. Seperti yang dilakukan puluhan mahasiswa sekolah anti korupsi Tangerang (Sakti), Senin 8 Oktober 2018 dengan menggelar aksi demonstrasi.

Aan Widya Junianto, koordinator aksi mengaku geram dengan kinerja Pemerintah kota Tangerang Selatan, yang lamban dalam membangun gedung baru DPRD Tangsel.

"Sejak 2014 sampai hari ini, Pemkot Tangsel tak mampu menyelesaikan bangunan gedung baru DPRD. 4 tahun sudah, apa saja yang dikerjakan," ucap dia.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa anti korupsi juga melakukan penyegelan terhadap bangunan gedung DPRD yang mangkrak.

"Walau secara hukum kami tak berhak, kami segel bangunan ini, karena kami nilai terjadi pelanggaran di sini," katanya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan mahasiswa sekolah anti korupsi Tangerang mendemo DPRD Tangsel, yang lemah dalam menjalankan fungsi legislasi terhadap pemerintah kota Tangerang Selatan, dalam melakukan pembangunan gedung baru DPRD di Tangsel.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Bangunan dan Penataan Ruang Dendi Pryandana mengakui ada sejumlah kendala dalam pengerjaan proyek gedung DPRD Tangsel yang telah dilelang proyek pekerjaannya, sejak tahun 2014 itu. Dia menargetkan penyelesaian gedung baru DPRD kota Tangerang Selatan akhir tahun 2018 ini.

Diungkapkan, molornya pengerjaan bangunan gedung setingg 4 lantai itu lantaran pihak Dinas Bangunan dan penataan ruang menemui sejumlah kendala, saat proses pelaksanaan proyek. Seperti proses gagal lelang dalam beberapa kali pelaksanaan tahun anggaran berjalan.

"Memang kami rencananya itu selesai dalam setahun, cuma memang ada gagal lelang. Ada lelang yang tidak ada pemenangnya," ujar Dendi.

Menurut dia, kejadian gagal lelang atau tak ada pemenang lelang dalam proyek pengerjaan gedung DPRD itu, terjadi beberapa kali dalam proses lelang. Sehingga pihaknya harus melakukan lelang ulang.

"Ya ada itu beberapa kali, lelang yang tidak ada pemenangnya kan harus diulang. Semua itu harus sesuai perpres 70. Kita sesuai prosedur itu," katanya.

Dia memastikan, pembangunan gedung DPRD Tangsel bukanlah proyek mangkrak seperti sport center di Hambalang. "Jadi kita bukan mangkrak seperti di Hambalang itu berhenti, ini memang molor dua tahun," ucap dia.

Saat ini pengerjaan dilapangan tinggal penyelesaian interior ruang gedung dan landscape (taman).

"Tahun ini selesai, hanya pengerjaan landscape, interior dan resapan air saja sesuai permintaan dari bina marga, harus ada resapan airnya itu yang saat ini kami kerjakan. Malah kami berharap paripurna istimewa Tangsel pada 26 november nanti sudah bisa digunakan, itu target kami," ucapnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP