Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Suasana perpustakaan DPR, anggota jarang datang padahal buku banyak

Suasana perpustakaan DPR, anggota jarang datang padahal buku banyak Perpustakaan DPR. ©2016 merdeka.com/marselinus gual

Merdeka.com - Wacana pembangunan perpustakaan DPR senilai Rp 570 miliar terus menuai polemik. Apalagi usulan itu rencananya dibangun bersamaan dengan pembangunan gedung DPR baru.Kondisi perpustakaan dimiliki DPR saat ini sebenarnya cukup nyaman. Letaknya berada di sebelah Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta. Perpustakaan itu terdiri dari dua lantai, yakni ruang baca koran dan ruang buku-buku. Terlihat buku-buku tertata rapi dan didukung oleh kondisi ruangan sejuk dan wangi. Untuk para pengunjung, perpustakaan ini juga dilengkapi dengan 9 buah komputer untuk mencari katalog buku. Terdapat lebih dari 25.000 literatur dari pelbagai latar dispilin ilmu dalam perpustakaan ini.

perpustakaan dpr

Perpustakaan DPR (c) 2016 merdeka.com/marselinus gual

Tak banyak pengujung datang hingga siang hari ketika merdeka.com mendatangi perpustakaan milik DPR ini, Kamis (31/2). Hanya beberapa karyawan dan staf ahli anggota DPR duduk dan berdiam dibalik meja komputer. Dari data yang diterima, selama periode Januari hingga Desember 2015, tercatat 4.953 pengunjung telah hadir di perpustakaan ini. Menurut salah seorang petugas perpustakaan DPR yang enggan menyebutkan namanya, para pengujung yang datang rata-rata merupakan tenaga ahli anggota DPR. Anggota DPR menurutnya jarang datang. "Anggota DPR jarang datang biasanya hanya tenaga ahli," katanya kepada merdeka.com.

perpustakaan dpr

Perpustakaan DPR (c) 2016 merdeka.com/marselinus gual

Untuk pimpinan DPR, mantan Ketua DPR Setya Novanto tercatat pernah mengunjungi perpustakaan ini. Namun, kehadirannya hanya sebatas kunjungan. Begitu pula Ade Komarudin, Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Mereka pernah datang tapi hanya untuk melihat kondisi perpustakaan. Sebelumnya, Ketua DPR Ade Komarudin mengatakan rencana ini sangat bagus untuk menunjang kualitas anggota DPR di tengah buruknya citra oleh pelbagai kasus. Perpustakaan baru yang disebut bakal terbesar di Asia Tenggara ini, menurut dia, lahir karena adanya usulan para cendikiawan Indonesia seperti Ignas Kleden, Ulil Abshar Abdalla, dan Ayu Utami.

perpustakaan dpr

Perpustakaan DPR (c) 2016 merdeka.com/marselinus gual

(mdk/ang)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP