Suap Bupati Labuhanbatu Rp 38,8 M, Direktur PT BKA jalani sidang perdana

Kamis, 11 Oktober 2018 17:39 Reporter : Yan Muhardiansyah
Suap Bupati Labuhanbatu Rp 38,8 M, Direktur PT BKA jalani sidang perdana Effendy Syahputra diperiksa KPK. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Perkara suap terhadap Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap, mulai bergulir di pengadilan. Namun, baru Direktur PT Binivan Konstruksi Abadi (BKA), Efendy Sahputra alias Asiong (48), yang diadili.

Pembacaan dakwaan terhadap Efendy dilakukan penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (11/10). Majelis hakim yang menyidangkan perkara itu diketuai Irwan Effendi

Dalam dakwaan yang tertera pada website PN Medan, Efendy didakwa telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam pidana menurut Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Dalam dakwaan itu, Penuntut Umum dari KPK menyatakan Efendy telah memberikan uang senilai Rp 38.882.050.000 dan SGD 218.000 kepada Pangonal. Pemberian uang melalui Abu Yazid Anshori Hasibuan dan Umar Ritonga itu dimaksudkan agar sang bupati memberikan proyek pekerjaan untuk Tahun Anggaran 2016, 2017 dan 2018 kepada terdakwa.

Pada 2016, Efendy memberikan uang Rp 10.382.050.000. Di tahun 2017, dia memberikan Rp 11.000.000.000. Lalu, pada 2018, uang yang diberikan Rp 17.500.000.000 ditambah SGD 218.000. Total keseluruhan uang yang sudah diserahkan berjumlah Rp 38.882.050.000,00 dan SGD 218.000.

Uang yang diberikan itu akan diperhitungkan dari bagian fee proyek yang diberikan kepada Pangonal. Untuk itu, Pangonal memanggil sejumlah pejabat Pemkab Labuhanbatu. Dia mengatakan, "Sekarang Pangonal Harahap adalah Bupati Labuhanbatu dan 'matahari cuma satu'." Dia meminta agar rekan-rekannya, termasuk Efendy, dimenangkan dalam pengadaan proyek.

Perusahaan-perusahaan yang digunakan Efendy, termasuk PT BKA, diumumkan sebagai pemenang lelang, sesuai dengan yang telah diarahkan Pangonal. Sejumlah proyek di Labuhanbatu dikerjakan perusahaan-perusahaan itu pada 2016, 2017, dan 2018.

Setelah mendengarkan dakwaan penuntut umum, majelis hakim menunda sidang. Persidangan selanjutnya akan digelar pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, karena Efendi tidak menyampaikan keberatan atas dakwaan atau eksepsi.

Persidangan perkara ini merupakan lanjutan proses hukum dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Satgas Komisi Pemberantas Korupsi di Jakarta dan Labuhanbatu, Sumut, Selasa (17/7). Dalam OTT ini, KPK menangkap Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Sementara dari pihak swasta diamankan di Labuhanbatu. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Suap Bupati Labuhanbatu
  2. Medan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini