Laporan dari Arab Saudi

Stok Energi untuk Puncak Haji

Rabu, 6 Juli 2022 17:05 Reporter : Lia Harahap
Stok Energi untuk Puncak Haji Jemaah Haji Indonesia menunggu puncak haji. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Suasana lobi Hotel Retaj Al Rayyan, ramai pagi itu. Sejumlah jemaah haji Indonesia tampak sedang bersantai. Di setiap sudut ruangan, jemaah asyik dengan aktivitasnya masing-masing.

Ada yang seorang diri. Tetapi lebih banyak pasangan suami istri. Saling bercengkerama. Sambil bercakap-cakap dengan keluarga di Tanah Air lewat telepon video.

Keramaian di lobi hotel hari itu, agak berbeda dari hari-hari lalu. Tepatnya, sebelum bus shalawat berhenti beroperasi. Bus shawalat adalah bus pengumpan atau feeder bus yang mengantarkan jemaah dari hotel ke Masjidil Haram dan sebaliknya.

Operasional bus shalawat disetop sementara karena harus dialihkan untuk keperluan transportasi di Arafah, Muzdalifah dan Mina. Bus sudah dikirimkan lebih dulu ke terminal utama di kawasan Muzdalifah agar pergerakannya lebih mudah. Mengingat saat puncak haji, kemacetan tak dapat dihindari.

Sejak bus shalawat disetop, jemaah lebih banyak menghabiskan waktu di hotel. Termasuk untuk beribadah. Mereka memilih salat berjemaah di masjid hotel atau masjid di sekitar masjid.

"Mulai hari ini kita istirahat siapin tenaga buat puncak haji nanti," kata Andianto jemaah dari embarkasi JKG, Kloter 14, saat ditemui di Hotel Retaj Al Rayyan, Selasa (5/7).

Andianto dan istrinya, Marlia, mengaku tak sabar menunggu puncak haji. Selain memantapkan kesiapan fisik, keduanya juga memperbanyak doa dan zikir agar nantinya diberikan kemudahan selama menjalani rangkaian ibadah puncak haji.

"Kita sudah menunggu momen itu, di sana kita benar-benar menghadap Sang Khalik, makanya kita banyak berdoa supaya diberikan kesehatan dan keselamatan. Kita sudah terbayang nanti bagaimana, tapi kita yakin Allah bakal bantu," katanya.

Tak ada bekal khusus yang mereka persiapkan. Hanya beberapa helai baju dan sedikit makanan ringan.

2 dari 2 halaman

Sesuai jadwal, jemaah akan diberangkatkan ke Arafah mulai Kamis (7/7) pagi. Sembari menunggu waktu pemberangkatan tiba, jemaah memang diimbau tidak berkegiatan yang menyebabkan kelelahan. Sebab saat puncak haji, jemaah butuh tenang yang super ekstra.

"Kita enggak ke mana-mana, pilih di hotel saja istirahat kan Kamis mau ke Arafah," kata Hari, jemaah dari kloter 14 JKG.

Hari dan istrinya Sarnai bercerita. Perasaannya kini campur aduk jelang keberangkatan menuju Armuzna. Deg-degan tetapi senang karena segera mencapai puncak haji.

Keduanya hanya membekali diri dengan banyak berdoa agar diberi kemudahan selama menjalankan rangkaian ibadah di Armuzna.

"Yakin saja, berdoa, Insya Allah dimudahkan, dilancarkan. Terpenting diberikan kekuatan dan sehat karena kan dari perjalanaan panjang ini yang ditunggu-tunggu emang itu yang wajibnya," tutup Hari. [ray]

Baca juga:
Wapres Ma'ruf Tiba di Madinah Disambut Pasukan Kehormatan Militer
Berangkat Haji Atas Nama Eril, Ini Potret Ridwan Kamil di Tanah Suci
Keindahan Malam Kota Suci Mekkah dari Puncak Jabal Nur
Dua Masukan DPR untuk Kemenag soal Penyelenggaraan Haji
Lantunan Doa Jemaah Haji di Puncak Jabal Nur

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini