Stasiun Pasar Senen dan Gambir Terpadat Saat Mudik 2026, Penumpang Capai 53 Ribu per Hari

Pada Lebaran 2026, Stasiun Pasar Senen dan Gambir di Jakarta Pusat akan menjadi pusat arus mudik kereta api yang paling ramai.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Stasiun Pasar Senen dan Gambir Terpadat Saat Mudik 2026, Penumpang Capai 53 Ribu per Hari
Jumlah tersebut masih dapat berubah karena diperkirakan pemudik akan terus bertambah seiring berlangsungnya arus keberangkatan. Tampak dalam foto, calon penumpang sesaat sebelum masuk ke dala (© 2026 Liputan6.com)

Stasiun Pasar Senen dan Gambir di Jakarta Pusat menjadi pusat arus mudik yang paling padat dengan kereta api (KA) selama periode Angkutan Lebaran 2026. Terdapat lonjakan penumpang yang signifikan di kedua stasiun tersebut, dengan total lebih dari 50 ribu orang per hari.

Berdasarkan informasi dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta pada 19 Maret 2026, puncak keberangkatan terjadi pada 18 Maret dengan jumlah penumpang mencapai 53.576 orang. Peningkatan volume penumpang sudah terlihat pada tanggal-tanggal favorit di pertengahan Maret.

"Periode 14 hingga 18 Maret menjadi masa dengan volume keberangkatan tertinggi, dengan angka harian di atas 51 ribu penumpang," ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Kamis (19/3/2026).

Franoto menambahkan bahwa pada 19 Maret 2026, jumlah penumpang yang berangkat dari wilayah Daop 1 Jakarta mencapai 52.330 orang, sementara penumpang yang datang tercatat sebanyak 27.741 orang. Secara keseluruhan, total keberangkatan selama periode 11-19 Maret telah mencapai 430.977 penumpang.

"Dari sisi stasiun, Pasar Senen menjadi titik keberangkatan dengan volume tertinggi, yakni 18.852 penumpang pada 19 Maret. Disusul oleh Stasiun Gambir yang mencatat 16.845 penumpang, serta Stasiun Bekasi dengan 8.976 penumpang," jelasnya. Untuk kedatangan, Pasar Senen juga mencatat angka tertinggi dengan 10.014 penumpang, diikuti oleh Gambir sebanyak 7.634 penumpang.

Franoto menyatakan bahwa tingginya mobilitas masyarakat berkontribusi pada tingkat keterisian kereta api jarak jauh, yang kini mencapai rata-rata 70 persen.

"Dari total kapasitas 1.083.623 tempat duduk, sebanyak 756.929 tiket telah terjual. Ini menunjukkan minat masyarakat menggunakan kereta api pada masa mudik cukup tinggi," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa periode 11 hingga 20 Maret menjadi waktu dengan penjualan tertinggi, di mana lebih dari 480 ribu tiket telah terjual dan rata-rata sisa tempat duduk kurang dari 500 kursi per hari.

"Kami mengajak masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan dan melakukan pemesanan tiket lebih awal, khususnya untuk tanggal-tanggal favorit yang sudah mendekati penuh," jelas Franoto. Meskipun demikian, KAI mencatat bahwa ketersediaan tiket masih cukup terbuka untuk periode setelah Lebaran, dengan sekitar 321 ribu tempat duduk yang tersedia hingga akhir masa Angkutan Lebaran 2026.

"Masyarakat juga dapat memanfaatkan ketersediaan tiket pada periode setelah Lebaran serta promo diskon yang masih berlangsung," tutupnya.

Rekomendasi