Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Regional Kepulauan Riau mencatat rencana pembangunan 130 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Dapur-dapur ini dirancang khusus untuk menjangkau pulau-pulau di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di seluruh kabupaten dan kota di daerah tersebut. Ini merupakan langkah strategis untuk memastikan akses gizi yang merata bagi seluruh masyarakat.
Kepala Regional SPPG Kepri, Anindita Ayu, menjelaskan bahwa sebagian besar dari 130 dapur tersebut sudah menerima surat keterangan dari investor. Kondisi ini menandakan bahwa proyek pembangunan sudah siap memasuki tahap pelaksanaan. Hanya tiga dapur yang masih dalam proses penerbitan surat keterangan, sementara sisanya telah siap beroperasi.
Program ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam pemenuhan gizi anak-anak di daerah 3T. Dengan adanya dapur MBG, penerima manfaat dapat memperoleh asupan makanan yang aman, bergizi, dan merata di seluruh pulau. Inisiatif ini menjadi prioritas utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah terpencil.
Advertisement
Advertisement
Pembangunan Dapur MBG di Wilayah 3T
Penyebaran dapur MBG 3T ini mencakup berbagai kabupaten dan kota di Kepulauan Riau. Kabupaten Natuna akan memiliki 14 dapur, sementara Anambas akan dilengkapi dengan 20 dapur. Di Batam, direncanakan pembangunan 30 dapur, sedangkan Tanjungpinang akan memiliki 1 dapur.
Selain itu, Kabupaten Bintan akan mendapatkan 9 dapur, Lingga menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak yaitu 41 dapur, dan Karimun akan memiliki 15 dapur. Jumlah dapur yang telah ditetapkan ini bersifat tetap, sesuai dengan hasil perencanaan bersama antara pemerintah pusat dan daerah.
Anindita Ayu menjelaskan bahwa setiap dapur 3T akan beroperasi dengan kapasitas maksimal 1.000 penerima manfaat. Kapasitas ini disesuaikan dengan kondisi di tiap pulau, mengingat satu dapur akan melayani satu pulau. Hal ini memastikan efisiensi dan jangkauan yang optimal.
Advertisement
“Setiap dapur 3T akan beroperasi dengan kapasitas maksimal 1.000 penerima manfaat, jadi menyesuaikan dengan kondisi di tiap pulau, karena satu dapur akan melayani satu pulau,” kata Anindita.
Advertisement
Prioritas Higienitas dan Keamanan Pangan
Selain fokus pada pembangunan dapur baru, SPPG Kepri juga menempatkan prioritas tinggi pada standar higienitas dan keamanan pangan. Seluruh dapur aktif terus dipastikan memenuhi standar kebersihan yang ketat. Ini adalah bagian penting dari komitmen untuk menyediakan makanan yang aman dan sehat.
Hingga saat ini, sebanyak 19 dapur telah berhasil memperoleh Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikasi ini didapatkan setelah melalui serangkaian uji air dan uji sampel makanan yang ketat. Selain itu, inspeksi kelayakan lingkungan juga dilakukan untuk memastikan kondisi dapur memenuhi standar.
Anindita menambahkan bahwa sejauh ini tidak lagi ditemukan kasus keracunan makanan di wilayah Kepri. Ini menjadi indikator keberhasilan program pelatihan yang telah diadakan. Pelatihan tersebut mencakup pengolahan makanan, higienitas dapur, dan peningkatan kapasitas petugas dapur.
Advertisement
“Alhamdulillah, bulan Oktober hingga kini tidak ada laporan untuk keracunan makanan. Ini juga karena pelatihan mengenai pengolahan makanan, higienitas dapur dan peningkatan kapasitas petugas dapur yang telah diadakan,” ujarnya. Melalui pembangunan dapur-dapur baru di wilayah 3T, SPPG Kepri berharap seluruh anak penerima manfaat program MBG dapat memperoleh asupan makanan yang aman, bergizi, dan merata di seluruh pulau.
Sumber: AntaraNews