Sosok Tiara Angelina Saraswati, Perempuan Korban Mutilasi 65 Potongan di Mojokerto

Diketahui korban bernama Tiara Angelina Saraswati (TAS) (25).

Erwin Yohanes
Oleh Erwin Yohanes - Reporter
Sosok Tiara Angelina Saraswati, Perempuan Korban Mutilasi 65 Potongan di Mojokerto
Sosok Tiara Angelina Saraswati, Perempuan Korban Mutilasi 65 Potongan di Mojokerto (Merdeka.com)

Warga Dusun Pacet Selatan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dikejutkan oleh penemuan puluhan potongan tubuh manusia yang berserakan di semak belukar di tepi Jalan Raya Pacet–Cangar, Sabtu (6/9).

Penemuan mengerikan itu pertama kali dilaporkan oleh Suliswanto (30), warga setempat. Saat sedang mencari rumput untuk pakan ternak, ia melihat potongan kecil daging di semak.

Awalnya, Suliswanto mengira potongan itu berasal dari hewan liar. Namun setelah diperhatikan lebih dekat, ia curiga potongan tersebut merupakan bagian tubuh manusia.

Ternyata, dugaannya itu benar. Polisi pun kemudian bergerak cepat melakukan identifikasi terhadap 65 potongan tubuh seorang Perempuan itu. Diketahui korban bernama Tiara Angelina Saraswati (TAS) (25).

Lantas, siapa sebenarnya sosok Tiara ini?

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Fauzy Pratama, mengungkapkan bahwa identitas korban terkuak berkat temuan pergelangan tangan kiri saat penyisiran di lokasi bersama tim K9 Polda Jatim.

“Petunjuk awal baru muncul setelah kami menemukan bagian pergelangan tangan,” jelas Fauzy.

Dari bagian tubuh itu, polisi kemudian melakukan pemindaian sidik jari dengan alat Mambis (Mobile Automated Multi-Biometric Identification System).

“Hasilnya keluar sekitar pukul 19.00 WIB, dan dari sana identitas korban berhasil kami pastikan,” tambahnya.

Profil Tiara Angelina Saraswati

Tiara Angelina Saraswati merupakan Perempuan lahir di Pacitan. Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Trunojoyo.

Setelah lulus S1, ia memilih menetap di Surabaya. Sayangnya, menurut penuturan keluarga, hubungannya dengan keluarga di Lamongan tidak dekat.

“Informasi dari pihak keluarga sangat terbatas. Karena komunikasi mereka dengan korban jarang, kemungkinan ada hal-hal lain yang belum kami ketahui,” jelas Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Fauzy Pratama.

Di sisi lain, Satreskrim Polres Mojokerto bergerak cepat dan berhasil mengamankan seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku mutilasi. Namanya Alvi Maulana (24). Penangkapan dilakukan di wilayah Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya.

Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto, membenarkan kabar tersebut. “Iya benar,” singkatnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Kronologi

AKBP Ihram Kustarto, mengungkap detail baru mengenai hubungan antara korban dan pelaku mutilasi yang jasadnya ditemukan tercecer di Pacet.

Menurutnya, keduanya sudah menjalin asmara sekitar tiga tahun dan tinggal bersama di sebuah kos meski belum terikat pernikahan.

“Pelaku terbebani dengan kebutuhan ekonomi dan tuntutan gaya hidup korban yang terbilang tinggi, termasuk permintaan gawai baru secara terus-menerus,” jelas Ihram.

Ketegangan dalam hubungan mereka bukan hal baru. Malam kejadian, pelaku sempat tertahan di luar kos karena pintu dikunci oleh korban.

“Pelaku menunggu sekitar satu jam sebelum akhirnya pintu dibuka. Begitu masuk, pertengkaran kembali pecah. Korban lalu naik ke lantai atas dengan pelaku mengikuti,” tambahnya.

Di puncak emosi, pelaku mengambil sebilah pisau dan mengarahkan ke leher korban hingga tewas. Setelah itu, jasad korban dipotong-potong di kamar mandi kos untuk menghilangkan jejak.

Rekomendasi