Sopir taksi online pacari hingga hubungan suami istri dengan anak di bawah umur

Jumat, 9 November 2018 00:15 Reporter : Moch. Andriansyah
Hendrik Sugiyanto. ©2018 Merdeka.com/Moch Andriansyah

Merdeka.com - Hendrik Sugiyanto (33), warga Tembok Dukuh Gang V digiring polisi ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, Jawa Timur. Pengemudi taksi online ini dilaporkan oleh orangtua siswi salah satu SMA di Surabaya berinisial ANC (17), warga Pengampon.

Kanit PPA Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni menceritakan awal mula kejadian, pada akhir Oktober lalu, korban memesan Grab untuk mengantarkannya ke sekolah. Hendrik diduga pacari ANC hingga melakukan hubungan suami istri di dalam mobilnya tersebut.

"Kebetulan drivernya adalah tersangka, lalu mereka kenalan hingga berpacaran," ujar Ruth, Kamis (8/11).

"Perbuatan itu (hubungan suami istri) dilakukan dalam mobil pribadi tersangka di parkiran Jalan Kranggan, Surabaya," terang dia.

Ruth mengatakan hubungan 'terlarang' tersebut diketahui oleh orangtua ANC. Mereka, kata dia, tak suka anaknya diperlakukan seperti itu hingga laporan polisi pun dibuat.

"Tapi perbuatan keduanya ini kemudian diketahui orang tua korban dan melaporkannya ke polisi," ungkap Ruth.

Mendapat laporan dari orangtua ANC, lanjut dia, polisi mengumpulkan bukti dan meminta keterangan lengkap dari korban. Polisi kemudian menjemput tersangka di tempat dia biasa mangkal.

"Meski mengaku suka sama suka, perbuatan tersangka ini tetap tidak dibenarkan karena korban masih di bawah umur," tegasnya.

Tersangka akan dijerat Pasal 81 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan tas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini