Sopir angkot Depok curi motor di panti pijat tuna netra untuk uang setoran & beli HP

Jumat, 9 November 2018 00:04 Reporter : Nur Fauziah
Sopir angkot Depok curi motor di panti pijat tuna netra untuk uang setoran & beli HP residivis curi motor di panti pijat. ©2018 Merdeka.com/Nur Fauziah

Merdeka.com - Residivis pelaku pencurian diamankan Satreskrim Polresta Depok, Selasa (6/11). MR alias Repex (21) diamankan karena diketahui mencuri motor di sebuah panti pijat tunanetra di Parung Bingung, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas Depok.

Terungkapnya kasus ini bermula ketika korban sedang berada di panti pijat Harapan Mukya Tuna Netra. Saat itu korban memarkir motor di depan panti pijat. Sekitar pukul 16.00 WIB korban selesai dipijat dan hendak pulang. Namun korban kaget ketika melihat motornya raib.

"Pelaku ini berpura-pura pijat di panti pijat itu. Di sana juga ada korban yang sedang pijat," kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Deddy Kurniawan, Kamis (8/11).

Korban bertanya pada orang di sekitar parkiran. Namun tidak ada yang melihat. Korban langsung melapor ke kepolisian.

"Setelah kami dalami akhirnya kami amankan satu pelaku. Dia adalah residivis yang baru keluar dari penjara tahun lalu," ungkapnya.

Polisi masih mendalami kasus ini. Termasuk kemungkinan pelaku beraksi sendirian atau memiliki komplotan. Sebab motor hasil curian dijual pada temannya seharga Rp 1 juta. "Kita dalami lagi keterangan pelaku. Karena kami yakini dia berjejaring," ungkapnya.

Pelaku dan barang bukti diamankan oleh penyidik. Repex dijerat pas 362 KUHP dengan ancaman lima tahun. "Dia ini baru keluar juga dari penjara," ucapnya.

Repex yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkot 102 mengaku terpaksa mencuri untuk menutupi uang setoran pada bosnya. Pasalnya dia mengaku uang hasil narik angkot tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Motornya dijual dan uangnya dipakai beli HP sama untuk setoran angkot," katanya.

Repex mencuri motor di panti pijat ketika korban terlelap saat dipijat. Sedangkan yang memijat tidak bisa melihat sehingga Repex sangat leluasa bertindak. "Saya ngambil kunci motornya pas dia (korban) sedang tidur pulas saat dipijat," ucapnya.

Dia mengaku sebelumnya pernah dihukum atas kasus pencurian juga. Dia baru saja keluar dari Rutan Cilodong Depok tahun 2017. "Sebelumnya saya curi handphone," akunya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Curanmor
  2. Depok
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini