Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sopir angkot Bogor dan ojek online teken 11 kesepakatan damai

Sopir angkot Bogor dan ojek online teken 11 kesepakatan damai Pertemuan stakeholder di Bogor dengan transportasi online. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Bentrok antar sopir transportasi online dan konvesional pecah di Bogor, Jawa Barat. Insiden tersebut terjadi dua kali dalam kurun waktu beberapa hari.

Untuk itu, sejumlah instansi terkait mengadakan urun rembuk guna mencari kesepakatan agar bentrokan tak lagi terulang.

Karopenmas Div Humas Mabes Polri Brigjen Rikwanto mengatakan pertemuan tersebut dihadiri Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto, Wali Kota Bogor Bima Arya dan Bupati Bogor Nurhayanti.

"Sedangkan dari Kepolisian ada Kapolresta dan Kapolres Bogor. Kemudian ada Dirlantas Polda Jawa Barat," ujar Rikwanto kepada merdeka.com, Jumat (24/3).

Selain itu, turut hadir Sekjen Organda dan perwakilan dari transportasi konvensional dalam hal ini angkutan perkotaan sserta GO-JEK, GrabBike serta Uber.

Pertemuan itu, ungkap Rikwanto, menghasilkan 11 kesepakatan.

"Kesepakatan bersama antara pengemudi angkutan perkotaan dan pengemudi angkutan online di Kota Bogor ada 11," tuturnya.

Kesepakatan tersebut yakni:

1. Akan menjaga kondusifitas Kota Bogor

2. Saling bekerja sama menjalankan usaha

3. Tidak bergerombol di tempat umum

4. Tidak menggunakan fasilitas umum untuk menunggu penumpang

5. Melakukan penjemputan penumpang di titik penjemputan

6. Menyerahkan permasalahan yang terjadi kepada aparat penegak hukum

7. Dibentuknya satgas gabungan

8. Tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum diketahui kebenarannya

9. Masing-masing pihak saling menghormati dan menjaga diri

10. Kesepakatan ini dengan tanpa ada paksaan dan sanggup mentaatinya

11. Apabila ada yang melanggar sanggup dituntut sesuai hukum yang berlaku

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP