Soal 'tampang Boyolali', Prabowo dilaporkan ke polisi oleh warga

Jumat, 2 November 2018 23:44 Reporter : Ronald
Soal 'tampang Boyolali', Prabowo dilaporkan ke polisi oleh warga prabowo. ©2018 liputan6.com

Merdeka.com - Tak terima dengan pidato Prabowo Subianto, seorang warga Boyolali bernama Dakun (47) melaporkan calon presiden nomor urut 02 itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Pelaporan itu buntut dari pidato Prabowo di Boyolali, Jawa Tengah, Selasa 30 Oktober 2018 lalu.

Dalam laporan itu, yang tertuang bernomor : LP/6004/XI/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 2 November 2018, Dakun tersinggung dan terhina lantaran Prabowo berkata soal 'tampang Boyolali'. Ia merasa ucapan Prabowo melecehkan dan seolah-olah menyatakan warga Boyolali miskin dan tidak pernah masuk mal dan hotel.

"Itu terkesan miskin dan tidak pernah masuk mal atau hotel. Padahal, yang namanya hotel di Jakarta ini saya sendiri contohnya sering (ke hotel dan mal)," katanya di lokasi, Jumat (2/11) malam.

Katanya, tak sedikit tokoh dan pahlawan di Indonesia berasal dari Boyolali. Meski bercanda, Dakun merasa perkataan Prabowo tak layak diucapkan apalagi seorang calon presiden.

"Seharusnya seorang Prabowo yang calon presiden atau calon (presiden) yang lain harus menyejukan apalagi sekarang lagi didengung-dengungkan masalah kampanye damai, harus bisa menyejukan hatilah, gitu," tegasnya.

Dalam laporan itu, Dakun membawa bukti-bukti berupa video pidato Prabowo, beberapa screenshot pemberitaan, pun transkrip pidato Prabowo. Prabowo pun diancam Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45A ayat 2 UU RI Nomor 19 tentang ITE dan atau Pasal 4 huruf b angka 2 Juncto Pasal 16 UU RI Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 156 KUHP.

"Saya nggak suka dengan kaya-kaya gitu. Saya mengharapkan damai saja. Nggak usah mancing-mancing. Ya sekalipun mau ngonong gitu tapi yang jelas jangan menyinggung orang Boyolali yang tampangnya miskin, nggak usah lah," pungkasnya. [ded]

Baca juga:
Hashim: Prabowo sudah lama peduli stunting, dulu namanya revolusi putih
NasDem: Hak kubu Prabowo mau berantem atau solid, tapi kami lihat mereka rapuh
Hashim sebut tudingan Prabowo dukung khilafah adalah fitnah yang konyol
Prabowo akhiri safari di Jatim dengan ziarah ke makam Sunan Ampel
PKS bilang elektabilitas Jokowi stagnan, rakyat siap pindah pilihan di 2019
Hanura nilai Pilpres 2019 nyaris selesai, PKS sebut Gede Pasek lebay!

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini