Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Soal Kabar Ada di PTIK, Hasto Kristiyanto Tegaskan Sibuk Urus Rakernas PDIP

Soal Kabar Ada di PTIK, Hasto Kristiyanto Tegaskan Sibuk Urus Rakernas PDIP Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK menyeret nama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Bahkan, Hasto sempat dikabarkan mau ditangkap di PTIK, Jakarta, tapi penyidik KPK keburu dihalangi oleh Polri.

Saat dikonfirmasi kebendaraannya pada Rabu, 8 Januari lalu, Hasto mengaku tengah sibuk mempersiapkan Rakernas PDIP. Dia tak lugas membantah, kemarin tidak berada di PTIK.

"Saya sejak kemarin mempersiapkan seluruh penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional ini. Karena kami berkeinginan bahwa partai tidak hanya berbicara tentang kekuasaan, tapi sebagaimana disampaikan Ibu Mega, partai berbicara tentang sebuah kebijakan melalui peraturan perundang-undangan, yang didorong oleh partai, khususnya untuk membangun jalan kemakmuran itu," kata Hasto di sela menghadiri acara Rakernas PDIP, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1).

Dia menuturkan, mempersiapkan Rakernas I PDIP membutuhkan tenaga yang besar. Dia pun sibuk mengundang para pakar untuk membahas tema besar Rakernas tersebut.

"Ini memerlukan energi yang begitu besar. Kami mengundang para insinyur, para ahli, agar memberikan bantuan kepada PDI Perjuangan untuk membuat roadmap terhadap jalan masa depan," ungkap Hasto.

Sementara KPK membenarkan bahwa penyidiknya sempat ada di PTIK. Tapi, tidak menjelaskan bahwa di sana untuk menangkan Hasto.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri menjelaskan, penyelidik yang berada di PTIK pada Rabu kemarin hanya mau menumpang salat. Tapi, dia tidak menjelaskan alasan penyelidik menunaikan salat di PTIK.

"Di situ, tim KPK ditahan sampai pagi. Dites urine dan sebagainya," kata Ali.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono membenarkan, beberapa orang KPK mendatangi PTIK pada Rabu, 8 Januari 2019. Dia mengatakan, pemeriksaan terhadap petugas KPK itu wajar dilakukan. Hal tersebut sesuai dengan prosedur yang ada di Polri.

"Namanya kesatriaan, wajar kalau ada orang yang tidak dikenal diperiksa oleh penjagaan," kata Argo.

Dia menerangkan, penjagaan tak menemukan kartu tanda kepolisian maupun tanda pengenal dari PTIK yang dibawa petugas KPK tersebut.

"Kita tanyai dan semuanya mau ngapain, kita tanya semuanya," ujar Argo.

Menurut dia, setelah diperiksa, baru terbongkar mereka adalah tim KPK. Mereka mengaku hanya hendak salat di masjid yang berada di PTIK.

"Setelah kita tanya, itu anggota KPK. Saat itu juga sudah dijemput oleh Direktur Penyelidikan," ujar Argo.

Pernyataan Argo juga menepis isu, kehadiran Tim KPK di PTIK disebut-sebut untuk menjemput Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. "Informasinya dia mau salat di masjid ya," tandas Argo.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP