Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi santai laporan ahli digital forensik, Rismon Sianipar yang melaporkan skripsi miliknya yang diduga palsu ke Polda DIY. Tak hanya Jokowi, Rismon juga melaporkan rektor Universitas Gadja Mada (UGM), Ova Emilia dalam kasus yang sama.
Jokowi dilaporkan atas dugaan penyebaran informasi bohong terkait skripsi dan dosen pembimbingnya di UGM. Kepada wartawan, Jokowi menilai jika laporan tersebut tidak jelas arahnya. Sebab ketika persoalan satu belum selesai, Rismon justru sudah melaporkan kasus lainnya.
"Itu namanya ngalor ngidul. Yang satu belum selesai sudah ngalor (ke utara). Yang satu belum selesai sudah ngidul (ke selatan). Itu namanya ngalor ngidul," ujar Jokowi sambil tertawa, saat ditemui wartawan di rumahnya, Solo, Jumat (25/7).
Kendati demikian, ia menegaskan untuk tetap mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.
Menurutnya, semua pihak berhak menempuh jalur hukum selama sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
"Tapi kita jormati proses hukum yang ada," tandasnya.
Advertisement
Sebelumnya Rismon Sianipar melaporkan Jokowi ke Polda DIY atas dugaan penyebaran informasi bohong terkait dosen pembimbing skripsi. Rismon menyebut pernyataan Jokowi soal Kasmudjo tidak sesuai fakta.
Aduan tersebut dilayangkan pada Selasa (15/7). Rismon didampingi pengacaranya, Andhika Dian Prasetyo.