Ans, siswi kelas III SMK di Makassar nekat melahirkan di toilet pada Kamis (18/1) kemarin. Bayinya berjenis kelamin perempuan dengan bobot 2 kilogram lebih.
Kejadian ini terbongkar saat rekannya melintas di depan toilet dan mendengar ada suara tangis bayi. Kini Ans dan bayinya dirawat di RS Bhayangkara.
Kepala sekolah, Kasrun Kasiran, menjelaskan selama ini tidak ada yang mengetahui selama ini Ans sedang mengandung. Secara fisik, perutnya tidak membuncit seperti halnya orang mengandung.
Dia tetap mengikuti aktivitas di sekolah seperti biasanya termasuk saat pelajaran olah raga. Hanya saja, sejak dua minggu terakhir intensitas kehadirannya masuk sekolah berkurang.
"Tidak ada masalah sama anak ini (siswi Ans). Kita tidak tahu kalau dia mengandung karena tetap belajar dengan baik juga masih ikut pelajaran olahraga. Kemampuan Akademiknya bahkan di atas rata-rata. Hanya saja memang laporan dari guru BP (Bimbingan Konseling) kalau siswi Ans ini sejak dua minggu terakhir jarang masuk sekolah hingga terjadi kasus ini kemarin," jelas Kasrun.
Selama bersekolah, Ans yang yang bertubuh kecil memang memakai kerudung besar yang membuat bagian tubuhnya tidak terlihat.
Kasrun menambahkan, saat peristiwa kelahiran itu, Ans mulanya minta izin ke toilet pada pukul 12. Selang beberapa menit kemudian, bel istirahat berbunyi. Sejumlah murid salat di musala yang letaknya tak jauh dari toilet. Tiba-tiba salah seorang dari mereka mendengar tangisan bayi.
Siswa tersebut kemudian mengecek dan melihat ada bayi dalam kantongan plastik di toilet.
"Bayi dalam kantongan itu diperlihatkan ke kami dan segera dilarikan ke RS Bhayangkara. Beberapa saat kemudian kita tahu kalau ibu bayi itu adalah siswi Ans. Adapun Ans usai melahirkan, dia kembali ke kelas seolah tidak terjadi apa-apa," kata kepala sekolah SMK yang ada di wilayah Kecamatan Tamalate ini.
Kepsek ini berharap, kasus tersebut tidak begitu di blow up oleh media agar tidak berpengaruh kepada anak didik lainya yang jumlahnya seribuan orang.
"Pastinya ini pembelajaran bagi kami semua dan kami harap media membantu kami agar kasus seperti ini tidak terulang. Janganlah diblow up jauh dan sudutkan sekolah. Kasihan anak didik kami yang lain," kata Kasrun.
Tetap diperbolehkan ikut Ujian Nasional
Menindaklanjuti peristiwa itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo, sudah melakukan pertemuan langsung dengan pihak sekolah. Dia juga telah membesuk siswa dan bayinya yang sedang dirawat ke RS Bhayangkara.
"Dalam pertemuan tadi, kami telah sepakat dengan pihak sekolah untuk tetap memberikan ruang bagi siswi Ans ikut Ujian Nasional (UN) bulan depan. Demi kepentingan anak itu sendiri dan anaknya," kata Irman.
None menilai, apa yang dialami siswi Ans ini tidak terkait proses belajarnya di sekolah. Melainkan lebih pada faktor eksternal siswi tersebut.
"Walaupun kejadian ini sebenarnya berat bagi kita karena bisa jadi contoh yang buruk, namun kita tidak akan keluarkan dari sekolah. Hanya saja kita sepakati, siswi ini tetap dihukum dengan cara memberikan bimbingan konseling oleh guru BK sembari mempersiapkannya untuk ikut Ujian Nasional (UN) yang tersisa satu bulan," jelas wanita yang akrab disapa None ini.