Siswa SMA Semi Militer Palembang Selalu Mengigau Dipukul

Kamis, 18 Juli 2019 20:36 Reporter : Irwanto
Siswa SMA Semi Militer Palembang Selalu Mengigau Dipukul Siswa SMA tewas saat MOS. ©2019 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Seorang siswa SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia, WJ (14) masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit usai operasi usus. Polisi belum memastikan WJ turut menjadi korban penganiayaan saat mengikuti masa orientasi siswa (MOS).

Kasatreskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengungkapkan, pihaknya belum bisa memeriksa WJ sebagai saksi korban atas laporan secara lisan yang disampaikan keluarganya. Penyidik masih menunggu kondisinya membaik agar diketahui kejadiannya.

"Ya, WJ masih belum bisa diperiksa, kita tunggu kesehatannya kembali stabil," ungkap Yon, Kamis (18/7).

Selama dalam perawatan, WJ kerap mengigau dipukul seseorang. Namun, hal itu belum bisa dijadikan keterangan atau bukti bahwa dirinya dianiaya.

"Korban mengigau dan mengaku dipukul, tapi kita tidak bisa berandai-andai, harus diketahui cerita sebenarnya, WJ harus diperiksa," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, siswa SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia Palembang, DBJ (14) tewas saat mengikuti mengikuti MOS, Sabtu (14/7). Dia mengalami luka memar di kepala dan dada.

Polisi yang menerima laporan dugaan penganiayaan langsung melakukan penyelidikan. Alhasil, seorang pembina MOS, Obby Frisman Arkataku (24) ditetapkan sebagai tersangka yang diduga menjadi pelaku penganiayaan.

Selain DBJ, siswa lain, WJ juga jatuh sakit saat mengikuti MOS. Dia harus menjalani operasi karena ususnya terlilit. Kondisi kesehatannya memburuk dan harus dipindahkan ke rumah sakit lain. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini